Setelah "Trading Halt", IHSG Ditutup Melemah 1% (Kamis, 29 Januari 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,06% ke level 8,232.20 pada penutupan perdagangan Kamis (29/1/2026).
Sebelumnya, tadi pagi IHSG sempat jatuh 8%, hingga Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan trading halt atau pembekuan perdagangan sementara pada pukul 09.26 WIB.
Ini menjadi trading halt kedua pada Januari 2026. Pembekuan pertama dilakukan kemarin, Rabu (28/1/2026) pukul 13.43 WIB, saat IHSG mengalami kejatuhan serupa.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, 10 dari 11 sektor saham terkoreksi hari ini. Sektor barang konsumen non-primer turun paling dalam hingga 4,88%, diikuti sektor properti dan sektor barang konsumen primer yang masing-masing jatuh 3,83% dan 3,63%.
Sementara hanya ada satu sektor saham yang menguat, yaitu sektor transportasi yang naik 0,76%.
Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham dalam negeri hari ini 4,93 juta kali transaksi, total saham berpindah tangan 99,11 miliar lembar, dan nilai transaksi mencapai Rp68,18 triliun.
Sebanyak 521 saham ditutup melemah hari ini, lalu 214 saham menguat, dan 73 saham stagnan.
Emiten berkode GOLF menjadi top loser setelah anjlok 15%, diikuti BUMI yang melemah 14,97% dan VKTR yang ambles 14,93%.
Sementara emiten top gainer hari ini adalah KIOS yang terbang 26,23%, diikuti AGAR dan ELIT yang masing-masing naik 24,46% dan 23,02%.
Berbeda dengan IHSG, bursa kawasan Asia sore ini menguat. Indeks Nikkei naik 0,03% ke 53.375,60; indeks Hang Seng naik 0,51% ke 27.968,09; indeks Shanghai naik 0,16% ke 4.157,98; dan indeks Strait Times naik 0,42% ke 4.930,03.
(Baca: IHSG Anjlok 7,35% Awal 2026, Masuk Daftar Kejatuhan Terdalam Dua Dekade Terakhir)