IHSG Jatuh Lagi, BEI Stop Perdagangan Sementara (29 Januari 2026)

1
Adi Ahdiat 29/01/2026 10:25 WIB
Image Loader
Memuat...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 30 Januari 2025-29 Januari 2026*
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 8% ke level 7.654 pada Kamis pagi (29/1/2026). Bursa Efek Indonesia (BEI) pun menghentikan perdagangan sementara.

"Hari ini, Kamis, 29 Januari 2026, telah dilakukan tindakan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di PT BEI pada pukul 09:26:01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS)," kata BEI dalam siaran pers.

"Perdagangan akan dilanjutkan pada pukul 09:56:01 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan IHSG yang mencapai 8%," lanjutnya.

"BEI melakukan upaya ini dalam rangka menjaga perdagangan saham agar senantiasa teratur, wajar, dan efisien," kata mereka.

Kejatuhan IHSG pagi ini melanjutkan penurunan drastis yang terjadi sejak Rabu (28/1/2026), setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan penangguhan penilaian sejumlah indeks yang melibatkan saham-saham Indonesia.

MSCI melakukan hal tersebut karena ada kekhawatiran investor global terhadap transparansi data kepemilikan saham dan kelayakan investasi di pasar sekuritas Indonesia.

"Untuk mengatasi beberapa kekhawatiran ini, diperlukan informasi yang lebih rinci dan andal tentang struktur kepemilikan saham, termasuk kemungkinan pemantauan konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi, untuk mendukung penilaian yang kuat terhadap saham beredar bebas dan kelayakan investasi di seluruh sekuritas Indonesia," kata MSCI dalam pengumuman resminya, diberitakan Katadata.co.id, Rabu (28/1/2026).

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, BEI akan melakukan evaluasi untuk menindaklanjuti laporan MSCI.

"Enggak perlu panik, kalau saham kan risikonya setiap hari ada yang naik, ada yang turun," ujar Airlangga, diberitakan Katadata.co.id.

(Baca: Semua Sektor Saham Turun, Infrastruktur Anjlok 10% (Rabu, 28 Januari 2026))

Editor : Adi Ahdiat

Data Populer

Loading...