Indeks saham adalah ukuran statistik yang mencerminkan pergerakan harga sekumpulan saham.
Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks saham dapat menjadi alat untuk mengukur sentimen pasar, serta dapat digunakan sebagai benchmark atau acuan dalam menilai kinerja investasi.
"Sebagai contoh, ketika investor memiliki mandat untuk menginvestasikan saham-saham di sektor keuangan, maka benchmark yang lebih tepat digunakan adalah indeks sektor keuangan, bukan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)," kata BEI dalam IDX Stock Index Handbook.
(Baca: 10 Sektor Saham Menguat, IHSG Tembus Level 8.900, 6 Januari 2026)
Sepanjang 2025, indeks saham sektoral yang memiliki kinerja terbaik di BEI adalah sektor teknologi.
Sejak awal tahun sampai 30 Desember 2025, indeks saham sektor teknologi (IDXTECHNO) meningkat 138,35% (year-to-date/ytd).
Beberapa contoh emiten sektor teknologi dengan aset besar di Indonesia adalah Elang Mahkota Teknologi (EMTK), GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), Bukalapak (BUKA), Global Digital Niaga (BELI), Metrodata Electronics (MTDL), DCI Indonesia (DCII), dan Solusi Sinergi Digital (WIFI).
Di sisi lain, indeks saham sektoral yang kinerjanya paling lemah pada 2025 adalah sektor barang konsumen primer.
Sejak awal tahun sampai 30 Desember 2025, indeks saham sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) hanya meningkat 9,64% (year-to-date/ytd), terendah dibanding sektor lain.
Beberapa contoh emiten sektor barang konsumen primer dengan aset besar di Indonesia adalah Indofood Sukses Makmur (INDF), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), Gudang Garam (GGRM), Sinas Mas Agro Resources and Technology (SMAR), HM Sampoerna (HMSP), Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), dan Sumber Alfaria Trijaya (AMRT).
Berikut rincian persentase pergerakan indeks saham sektoral di BEI sejak awal tahun sampai 30 Desember 2025:
- Sektor Teknologi (IDXTECHNO): 138,35% (ytd)
- Sektor Perindustrian (IDXINDUST): 108,11% (ytd)
- Sektor Infrastruktur (IDXINFRA): 80,62% (ytd)
- Sektor Energi (IDXENERGY): 65,6% (ytd)
- Sektor Barang Baku (IDXBASIC): 64,4% (ytd)
- Sektor Properti & Real Estat (IDXPROPERT): 54,98% (ytd)
- Sektor Transportasi & Logistik (IDXTRANS): 51,15% (ytd)
- Sektor Barang Konsumen Non-Primer (IDXCYCLIC): 46,89% (ytd)
- Sektor Kesehatan (IDXHEALTH): 41,73% (ytd)
- Sektor Keuangan (IDXFINANCE): 11,31% (ytd)
- Sektor Barang Konsumen Primer (IDXNONCYC): 9,64% (ytd)
(Baca: 10 Saham Paling Cuan Sepanjang 2025)