Memasuki tahun 2026, nilai mata uang dolar Amerika Serikat (AS) kian menguat di hadapan rupiah.
Sebelumnya, pada akhir 2025, nilai tukar US$1 masih di level Rp16.675. Lalu setelah tahun baru, trennya bergerak naik hingga mencapai Rp16.862 pada 14 Januari 2026.
Dengan demikian, selama 14 hari pertama tahun 2026, nilai dolar AS terhadap rupiah menguat 1,1% (year-to-date).
Jika dibandingkan dengan 14 Januari tahun lalu, nilai dolar AS terhadap rupiah sampai hari ini sudah menguat 3,7% (year-on-year).
Menurut Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin G. Hutapea, melemahnya nilai rupiah saat ini dipengaruhi oleh meningkatnya tekanan di pasar keuangan dunia.
"Tekanan tersebut bersumber dari eskalasi tensi geopolitik, kekhawatiran terhadap independensi bank sentral di sejumlah negara maju, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed ke depan, di tengah kebutuhan valuta asing domestik yang meningkat pada awal tahun," kata Erwin, diberitakan Katadata.co.id, Rabu (14/1/2026).
Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis bahwa rupiah akan menguat dalam waktu dekat. Ia menilai rupiah akan menguat berkat fondasi ekonomi Indonesia yang membaik, yang kemudian berpeluang menarik modal asing.
"Jadi enggak usah panik, rupiah akan segera menguat dalam waktu dua minggu ke depan," kata Purbaya, diberitakan Katadata.co.id, Rabu (14/1/2026).
(Baca: Suku Bunga The Fed di Balik Konflik Donald Trump-Jerome Powell)