Berdasarkan data Bank Dunia, rata-rata harga pupuk urea di pasar global mencapai US$472 per ton pada Februari 2026.
Harganya naik 14% dibanding sebulan sebelumnya (month-to-month), serta lebih mahal 8% dibanding setahun lalu (year-on-year).
Harga pupuk urea global pada Februari 2026 juga mencapai level tertinggi dalam enam bulan terakhir, seperti terlihat pada grafik.
(Baca: Tak Hanya Minyak, Selat Hormuz Juga Jalur Perdagangan Pupuk Global)
Menurut United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), harga pupuk global berisiko naik lagi akibat perang AS-Israel versus Iran yang meletus sejak akhir Februari 2026.
Pasalnya, perang ini mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting untuk perdagangan pupuk global.
"Selat Hormuz adalah salah satu titik maritim terpenting di dunia, dilintasi seperempat perdagangan minyak global via jalur laut, serta gas alam cair dan pupuk dalam jumlah signifikan," kata UNCTAD dalam laporan Strait of Hormuz Disruptions: Implications for Global Trade and Development (Maret 2026).
"Kenaikan biaya energi, pupuk, dan transportasi—termasuk tarif pengiriman, harga bahan bakar kapal, dan premi asuransi—dapat meningkatkan harga pangan dan memperparah tekanan biaya hidup, terutama bagi kelompok yang paling rentan," kata mereka.
(Baca: Sejumlah Negara Berisiko Sulit Impor Pupuk akibat Konflik Selat Hormuz)