Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Lamongan, pada 2025 mencapai Rp56,11 triliun. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp52,08 triliun.
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kota Lhokseumawe pada 2025)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 1,37 juta jiwa (data 2024), PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp40.469 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 351.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Pada 2025 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp16,93 jutajuta. Nominal ini tumbuh 4,81%.
Di urutan kedua adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 4,06% menjadi Rp10,9 jutajuta kemudian diikuti oleh sektor industri pengolahan tumbuh 9,25% menjadi Rp7,2 jutajuta.
Terakhir, PDRB di Kabupaten Lamongan, untuk urutan lima besar adalah informasi dan komunikasi dengan nilai Rp4,21 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 8,82% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp3,85 jutajuta.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kabupaten Hulu Sungai Utara pada 2025)
Distribusi PDRB di Kabupaten Lamongan pada 2025
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Lamongan ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 26,6%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor industri pengolahan, sektor konstruksi, dan sektor informasi dan komunikasi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Transportasi dan Pergudangan,Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.