Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Lhokseumawe, pada 2025 tercatat Rp12,72 triliun. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 3,39% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp11,85 triliun.
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
(Baca: Harga Beras di Pasar Modern Periode Mei 2025-2026)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 197,34 ribu jiwa (data 2024), PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp62.538 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 198.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor. Pada 2025 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp3,02 jutajuta. PDRB ini tumbuh 5,09%.
Selanjutnya sektor kedua untuk PDRB terbesar di Kota Lhokseumawe ini adalah sektor industri pengolahan tumbuh 1,71% menjadi Rp2 jutajuta, sektor konstruksi pertumbuhan negatif -0,56% menjadi Rp1,7 jutajuta.
Terakhir, PDRB di Kota Lhokseumawe, untuk urutan lima besar adalah pertanian, kehutanan dan perikanan dengan nilai Rp1,19 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh -2,02% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp1,1 jutajuta.
(Baca: Harga Cabai Merah Besar di Pasar Tradisional Periode Mei 2025-2026)
Distribusi PDRB di Kota Lhokseumawe pada 2025
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Lhokseumawe ini adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi mencapai 23,46%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor industri pengolahan, sektor transportasi dan pergudangan, sektor konstruksi, dan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Lainnya,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.