Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Bulukumba tahun 2025 berada di angka 6,06 persen. Angka ini turun 0,65 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 6,71 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 9,69 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 25.880 jiwa, turun sebanyak 2.720 jiwa dibandingkan tahun 2024.
(Baca: Prakiraan Cuaca Musi Rawas Utara Hari Ini 19 Juli 2026: Hujan Ringan, Suhu 23-31 °C)
Data historis sejak 2004 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di Kabupaten Bulukumba terjadi pada tahun 2004 dengan angka 14,2 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Peningkatan persentase kemiskinan tertinggi terjadi tahun 2012 sebesar 15,45 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat tahun 2005 sebesar 14,93 persen.
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Bulukumba secara nasional saat ini berada di urutan 378 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Ranking ini terus bergeser sejak 2004 yang sempat berada di urutan 241, kemudian bergerak turun hingga mencapai urutan terendah peringkat nasional pada tahun 2021 di angka 375.
Dari enam kabupaten tetangga dengan tingkat kemiskinan berdekatan di Sulawesi Selatan, hanya Kabupaten Luwu Timur dan Kabupaten Wajo yang mencatat penurunan persentase kemiskinan lebih besar dibandingkan Kabupaten Bulukumba. Sementara itu Kabupaten Gowa, Kota Palopo, Kabupaten Sidenreng Rappang dan Kabupaten Soppeng mencatat penurunan persentase kemiskinan lebih sedikit.
Kabupaten Gowa
Berada di ranking 345 secara nasional untuk tingkat persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 6,64 persen penduduk hidup di bawah garis kemiskinan. Jumlah penduduk miskin tercatat 54.040 jiwa, menjadi jumlah terbesar dibandingkan seluruh kabupaten dalam kelompok perbandingan ini. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 41,35 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 496,56 ribu rupiah per kapita setiap bulan. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 3,07 persen pada tahun terakhir.
Kabupaten Luwu Timur
Persentase kemiskinan tercatat 5,79 persen dengan ranking nasional 397, menjadikan wilayah ini memiliki persentase kemiskinan lebih rendah dibandingkan Kabupaten Bulukumba. Jumlah penduduk miskin tercatat 18.550 jiwa, dengan penurunan persentase kemiskinan sebesar 11,60 persen pada tahun terakhir. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 99,87 juta rupiah per tahun, menjadi yang tertinggi di kelompok ini, dengan garis kemiskinan sebesar 469,56 ribu rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Statistik Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Periode 2013-2026)
Kota Palopo
Ranking persentase kemiskinan secara nasional berada di urutan 320, dengan angka persentase kemiskinan 7,18 persen. Wilayah ini mencatat jumlah penduduk miskin 14.310 jiwa, dengan penurunan persentase kemiskinan sebesar 2,31 persen pada periode terakhir. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 59,37 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 481,36 ribu rupiah per kapita setiap bulan.
Kabupaten Sidenreng Rappang
Memiliki ranking nasional 432 untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 4,91 persen, menjadi tingkat kemiskinan terendah di seluruh kelompok kabupaten perbandingan. Jumlah penduduk miskin tercatat 15.200 jiwa, dengan penurunan persentase kemiskinan sebesar 2,19 persen pada tahun terakhir. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 65,15 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 472,30 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Soppeng
Persentase kemiskinan tercatat 6,65 persen dengan ranking nasional 344, hanya berbeda sedikit dibandingkan Kabupaten Gowa. Jumlah penduduk miskin tercatat 15.340 jiwa, dengan penurunan persentase kemiskinan sebesar 3,62 persen pada periode terakhir. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 72,36 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 441,12 ribu rupiah per kapita setiap bulan.
Kabupaten Wajo
Berada di ranking 391 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 5,86 persen penduduk hidup di bawah garis kemiskinan. Jumlah penduduk miskin tercatat 24.150 jiwa, dengan penurunan persentase kemiskinan sebesar 9,43 persen pada tahun terakhir. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 73,46 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 450,79 ribu rupiah per kapita per bulan.