Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan semester tahun 2025 sebesar 6,06 persen. Angka ini turun 0,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 2.720 jiwa dari total 28.600 jiwa menjadi 25.880 jiwa.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Timor Tengah Selatan | 2004 - 2025)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan daerah ini tercatat tertinggi pada tahun 2004 sebesar 14,2 persen, dan terendah pada tahun 2025. Pertumbuhan penurunan angka kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2025 sebesar 9,69 persen, sedangkan kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2013 sebesar 15,45 persen.
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Bulukumba secara nasional saat ini berada di urutan 378 dari total 514 kabupaten kota seluruh Indonesia. Dalam kurun 21 tahun data, ranking nasional daerah ini pernah berada di posisi terbaik 241 pada tahun 2004, dan posisi terendah 375 pada tahun 2021.
Kabupaten Gowa
Berada di urutan 345 secara nasional untuk persentase kemiskinan, daerah ini mencatat angka 6,64 persen dengan penurunan sedikit sebesar 3,07 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 54.040 jiwa, pendapatan per kapita mencapai 41,35 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 496,56 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan pendapatan per kapita tumbuh 9,48 persen, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di kelompok kabupaten perbandingan.
Kabupaten Luwu Timur
Ranking nasional persentase kemiskinan berada di posisi 397, dengan angka kemiskinan 5,79 persen yang mengalami penurunan 11,6 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 18.550 jiwa, pendapatan per kapita mencapai 99,87 juta rupiah per tahun, garis kemiskinan sebesar 469,56 ribu rupiah per kapita per bulan. Daerah ini memiliki pendapatan per kapita tertinggi dibanding seluruh kabupaten dalam kelompok perbandingan.
(Baca: 12,13% Penduduk di Kabupaten Pesisir Barat Masuk Kategori Miskin)
Kota Palopo
Persentase kemiskinan tercatat 7,18 persen dengan ranking nasional 320, mengalami penurunan sedikit sebesar 2,31 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin berjumlah 14.310 jiwa, pendapatan per kapita masyarakat mencapai 59,37 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 481,36 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan pendapatan per kapita tercatat 4,81 persen pada periode laporan.
Kabupaten Sidenreng Rappang
Menempati urutan 432 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, daerah ini mencatat angka 4,91 persen dengan penurunan sedikit 2,19 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 15.200 jiwa, pendapatan per kapita mencapai 65,15 juta rupiah per tahun, garis kemiskinan sebesar 472,30 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan pendapatan per kapita tumbuh 9,85 persen pada periode pelaporan.
Kabupaten Soppeng
Ranking nasional persentase kemiskinan berada di posisi 344, dengan angka kemiskinan 6,65 persen yang turun sedikit 3,62 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 15.340 jiwa, pendapatan per kapita mencapai 72,36 juta rupiah per tahun, garis kemiskinan sebesar 441,12 ribu rupiah per kapita per bulan. Daerah ini memiliki angka garis kemiskinan terendah dibanding seluruh wilayah dalam kelompok perbandingan.
Kabupaten Wajo
Persentase kemiskinan tercatat 5,86 persen dengan ranking nasional 391, mengalami penurunan 9,43 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin berjumlah 24.150 jiwa, pendapatan per kapita masyarakat mencapai 73,46 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 450,79 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan pendapatan per kapita tercatat 10,11 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi di kelompok ini.