Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester 2025 untuk Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Persentase penduduk miskin tercatat 24,50 persen, sedikit turun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 24,68 persen. Jumlah penduduk miskin saat ini sebanyak 116.740 jiwa, berkurang 670 jiwa dari tahun lalu.
(Baca: Harga Bawang Putih di Pasar Tradisional Jawa Tengah Hari Ini Turun ke Rp38,75 Ribu , Update 19 Juni 2026)
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini mencapai titik tertinggi pada tahun 2006 sebesar 39,93 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Selama 21 tahun pencatatan, pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada 2015 sebesar 16,16 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada 2008 sebesar 10,37 persen.
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Timor Tengah Selatan secara nasional saat ini berada di urutan 35 dari 514 kabupaten kota di Indonesia. Posisi ini bertahan selama 4 tahun berturut-turut sejak tahun 2022. Pada awal pencatatan tahun 2004, wilayah ini menempati urutan 22 secara nasional.
Kabupaten Lembata
Berada di urutan 39 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 23,27 persen dengan penurunan sebesar 3,92 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 36.780 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 538,77 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 16,95 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 6,12 persen.
Kabupaten Manggarai Timur
Urutan 37 nasional, persentase kemiskinan tercatat 23,51 persen dengan penurunan sebesar 5,58 persen pada periode terakhir. Terdapat 70.990 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin, sedangkan garis kemiskinan di wilayah ini berada di angka 485,25 ribu rupiah per kapita setiap bulannya. Pendapatan per kapita tahunan warga tercatat 15,23 juta rupiah, dengan pertumbuhan 5,99 persen.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Hong Kong 2024)
Kabupaten Rote Ndao
Menempati ranking 36 secara nasional, angka persentase kemiskinan tercatat 24,37 persen dengan penurunan tahunan sebesar 5,47 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini sebanyak 51.640 jiwa, garis kemiskinan berada di 443,90 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tahunan warga mencapai 27,90 juta rupiah, mencatatkan pertumbuhan pendapatan tertinggi dibanding seluruh kabupaten pembanding sebesar 8,99 persen.
Kabupaten Sumba Barat Daya
Ranking 31 nasional untuk angka kemiskinan, wilayah ini memiliki persentase penduduk miskin sebesar 25,66 persen dengan penurunan tahunan 5,66 persen. Tercatat 97.680 jiwa penduduk masuk kategori miskin, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 513,82 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tahunan warga tercatat 15,76 juta rupiah.
Kabupaten Sumba Barat
Berada di urutan 28 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 26,47 persen dengan penurunan sangat sedikit yaitu hanya 0,19 persen pada tahun terakhir. Terdapat 37.080 jiwa penduduk miskin di wilayah ini, garis kemiskinan mencapai 460,70 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar 20,63 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sumba Timur
Menempati urutan 32 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 25,64 persen dengan penurunan sebesar 5,18 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin sebanyak 70.350 jiwa, garis kemiskinan di wilayah ini adalah 481,75 ribu rupiah per kapita setiap bulannya. Pendapatan per kapita tahunan warga mencapai 32,39 juta rupiah, menjadi yang tertinggi di antara seluruh kabupaten pembanding.