Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Timor Tengah Selatan tahun 2025 berada di angka 24,50 persen. Angka ini sedikit turun dibanding tahun sebelumnya sebesar 24,68 persen dengan penurunan sebesar 0,73 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 116.740 jiwa, turun sebanyak 670 jiwa dari tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Kepala Sekolah dan Guru SD Kurang dari S1 di Bali 346 Individu (2024))
Data historis periode 2004 sampai 2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 39,93 persen. Angka terendah sepanjang catatan terjadi pada tahun 2025. Peningkatan persentase kemiskinan tertinggi tercatat pada tahun 2015 sebesar 16,16 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2008 sebesar 10,37 persen.
Selama 21 tahun pencatatan, peringkat persentase kemiskinan Kabupaten Timor Tengah Selatan di tingkat Indonesia mulai berada di urutan 22 pada tahun 2004, lalu bergeser secara bertahap hingga menetap di urutan 35 selama 4 tahun terakhir berturut-turut. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir adalah 24,79 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 25,29 persen.
Kabupaten Lembata
Berada di peringkat 39 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 23,27 persen dengan penurunan sebesar 3,92 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 36.780 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 538,77 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 16,95 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,12 persen.
Kabupaten Manggarai Timur
Peringkat 37 nasional mencatatkan persentase kemiskinan 23,51 persen dengan penurunan sebesar 5,58 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 70.990 jiwa. Garis kemiskinan wilayah berada di angka 485,25 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita penduduk tercatat 15,23 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 5,99 persen.
(Baca: Harga Bawang Merah Ukuran sedang di Maluku Termahal Nasional (Jumat, 19 Juni 2026))
Kabupaten Rote Ndao
Pada peringkat 36 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 24,37 persen dengan penurunan 5,47 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 51.640 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan 443,90 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 27,90 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 8,99 persen.
Kabupaten Sumba Barat Daya
Berada di peringkat 31 nasional, persentase kemiskinan wilayah mencapai 25,66 persen dengan penurunan 5,66 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 97.680 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 513,82 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita penduduk tercatat 15,76 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 5,84 persen.
Kabupaten Sumba Barat
Peringkat 28 nasional mencatatkan persentase kemiskinan 26,47 persen dengan penurunan sangat kecil yaitu 0,19 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 37.080 jiwa. Garis kemiskinan wilayah berada di angka 460,70 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 20,63 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,31 persen.
Kabupaten Sumba Timur
Pada peringkat 32 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 25,64 persen dengan penurunan sebesar 5,18 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 70.350 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan 481,75 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita penduduk tercatat 32,39 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,56 persen.