Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk kebutuhan kecantikan di Kota Pasuruan tahun 2024 mencapai 51633 Rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 1,3 persen dibandingkan tahun 2023 dengan selisih pengurangan sebesar 688 Rupiah per orang setiap bulannya. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, catatan pengeluaran tertinggi untuk kategori ini terjadi pada tahun 2022 dengan nilai mencapai 78234 Rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Statistik Panjang Jalan Nasional Periode 2013-2024)
Berdasarkan komposisi pengeluaran masyarakat, nilai pengeluaran kecantikan Kota Pasuruan menyumbang 12,6 persen dari total pengeluaran perawatan bulanan, 12,7 persen dari pengeluaran sabun mandi, 43,7 persen dari pengeluaran rokok dan tembakau, serta 12,7 persen dari total pengeluaran aneka barang dan jasa per kapita setiap bulan. Nilai ini juga setara dengan 16,8 persen dari rata-rata pengeluaran makanan jadi penduduk kota ini setiap bulannya.
Sepanjang tujuh tahun pengamatan, pengeluaran kecantikan Kota Pasuruan mengalami kenaikan berturut-turut sejak tahun 2018 hingga tahun 2022 dengan peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 43,6 persen. Setelah mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2022, terjadi penurunan sebesar 33,1 persen pada tahun 2023, kemudian diikuti penurunan sedikit pada tahun 2024. Rata-rata pengeluaran kecantikan tiga tahun terakhir berada pada angka 60730 Rupiah, sementara rata-rata lima tahun terakhir mencapai 51680 Rupiah.
Untuk peringkat tingkat provinsi Jawa Timur, Kota Pasuruan menempati urutan ke 10 dari total 38 kabupaten dan kota di wilayah tersebut. Lima wilayah dengan pengeluaran kecantikan tertinggi tahun 2024 secara berurutan adalah Kota Surabaya dengan 82861 Rupiah, Kota Batu 74071 Rupiah, Kota Probolinggo 73520 Rupiah, Kota Mojokerto 71165 Rupiah dan Kota Blitar 67175 Rupiah. Kota Surabaya mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 37,3 persen pada tahun berjalan, sementara Kota Mojokerto mengalami penurunan sebesar 3,8 persen.
Pengeluaran Non Makanan Penduduk
Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran bukan makanan per kapita per bulan Kota Pasuruan tahun 2024 mencapai 507106 Rupiah dengan pertumbuhan 17,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini menempatkan Kota Pasuruan pada urutan ke 27 dari seluruh wilayah di Jawa Timur, jauh di bawah Kota Surabaya yang mencatat pengeluaran bukan makanan tertinggi sebesar 1541006 Rupiah dengan pertumbuhan 34 persen. Seluruh wilayah perkotaan di Jawa Timur secara konsisten menempati urutan teratas untuk kategori pengeluaran bukan makanan ini.
(Baca: Statistik PDRB ADHK Sektor Jasa Perusahaan Periode 2013-2026)
Pengeluaran Total Masyarakat
Total pengeluaran per kapita gabungan makanan dan bukan makanan Kota Pasuruan tahun 2024 tercatat sebesar 1140135 Rupiah per bulan. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 5,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati urutan ke 21 dari seluruh kabupaten kota di Jawa Timur. Wilayah dengan nilai tertinggi masih dipegang Kota Surabaya dengan total pengeluaran mencapai 2602451 Rupiah, meskipun wilayah ini juga mencatat penurunan sebesar 2,3 persen pada tahun yang sama.
Pengeluaran Kebutuhan Makanan
Untuk kategori pengeluaran makanan, Kota Pasuruan mencatat nilai 633029 Rupiah per kapita per bulan tahun 2024 dengan peningkatan sebesar 10,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini menempatkan Kota Pasuruan pada urutan ke 19 di tingkat provinsi Jawa Timur. Peningkatan pengeluaran makanan terjadi hampir di seluruh wilayah provinsi ini, dengan peningkatan tertinggi terjadi di Kabupaten Ngawi yang mencatat kenaikan hingga 54,4 persen pada tahun 2024.
Pola Konsumsi Regional
Data historis menunjukkan bahwa seluruh wilayah perkotaan di Jawa Timur secara konsisten memiliki pengeluaran kecantikan lebih tinggi dibandingkan wilayah kabupaten. Semua 6 kota di Jawa Timur menempati urutan 10 teratas untuk kategori pengeluaran kecantikan. Sementara itu seluruh wilayah kabupaten di wilayah tapal kuda dan madura secara konsisten menempati urutan terbawah untuk kategori pengeluaran ini pada seluruh periode pengamatan data.