- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data terbaru PDB Paritas Daya Beli Hong Kong tahun 2024 tercatat pada nilai 5,61 unit, mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 1,39 persen. Angka ini mengakhiri tiga tahun berturut-turut kontraksi ekonomi yang dialami wilayah administratif khusus ini sejak tahun 2021. Kontraksi yang dimaksud adalah periode penurunan nilai PDB PPP secara berturut-turut setiap tahunnya, yang sebelumnya tidak pernah terjadi dalam 10 tahun catatan data historis.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Hong Kong terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Barat Daya 2025)
Selama tiga tahun terakhir 2022-2024, rata-rata pertumbuhan PDB PPP Hong Kong berada di angka minus 1,45 persen. Angka ini sedikit lebih baik dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir 2020-2024 yang tercatat sebesar minus 1,9 persen, namun sangat jauh meninggalkan rata-rata pertumbuhan positif 1,09 persen pada periode 2015-2019 sebelum guncangan ekonomi global terjadi.
Dari catatan 10 tahun terakhir, kenaikan tertinggi PDB PPP Hong Kong terjadi pada tahun 2018 dengan pertumbuhan 2,92 persen. Sementara penurunan terburuk atau anomali terbesar tercatat pada tahun 2022, dimana nilai turun sebesar 5,07 persen. Anomali ini merupakan penurunan paling dalam sepanjang sejarah data yang dicatat IMF untuk wilayah ini, bahkan melebihi penurunan pada awal pandemi tahun 2020.
Sepanjang periode 2015 sampai dengan 2024, peringkat PDB PPP Hong Kong di wilayah Asia tetap konsisten berada di posisi 16. Tidak terjadi perubahan peringkat baik kenaikan maupun penurunan selama 10 tahun terakhir, meskipun terjadi fluktuasi nilai ekonomi yang sangat tajam pada periode setelah tahun 2019.
Fluktuasi nilai PDB PPP Hong Kong yang dimaksud terlihat jelas: setelah mencapai puncak nilai pada tahun 2018 di angka 6,25 unit, nilai ini terus turun secara konsisten selama 5 tahun berturut-turut hingga mencapai titik terendah pada tahun 2023 di angka 5,54 unit. Hanya pada tahun 2024 ini untuk pertama kalinya terjadi kembali kenaikan nilai setelah periode penurunan panjang.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Dominika 2024)
Berdasarkan perbandingan dengan negara lain di wilayah Asia, pertumbuhan 1,39 persen Hong Kong tahun 2024 masih berada jauh di bawah rata-rata pertumbuhan wilayah. Uzbekistan mencatatkan pertumbuhan terbaik tiga tahun terakhir dengan angka di atas 10 persen, bahkan Mongolia dan Kazakhstan juga mencatatkan pertumbuhan di atas 4 persen pada periode yang sama.
IMF juga merilis proyeksi hingga tahun 2030, dimana setelah kenaikan kecil tahun 2024, PDB PPP Hong Kong diproyeksikan akan kembali mengalami kontraksi kecil pada tahun 2025 dan 2026. Baru setelah tahun 2027 diproyeksikan terjadi pertumbuhan positif kembali, namun dengan laju pertumbuhan yang sangat lambat tidak melebihi 1 persen per tahun sampai akhir periode proyeksi.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.942 | +0.24 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |