- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat PDB Paritas Daya Beli (PPP) Dominika pada 2024 berada di angka 1.37 Unit. Nilai ini stagnan dibandingkan tahun 2023. Artinya, tidak ada perubahan signifikan dalam daya beli masyarakat Dominika dalam setahun terakhir.
Jika dilihat dari data historis, PDB PPP Dominika cenderung fluktuatif dalam 10 tahun terakhir. Sempat mencapai titik tertinggi pada 2016 dengan 1.84 Unit, namun kemudian mengalami penurunan berturut-turut hingga mencapai titik terendah pada 2024. Fluktuatif menggambarkan adanya perubahan yang tidak stabil, kadang naik dan kadang turun, tanpa pola yang jelas.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi di Kab. Teluk Bintuni 2018 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Dominika terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), PDB PPP Dominika terus mengalami penurunan, meskipun dengan laju yang melambat. Penurunan ini mengindikasikan adanya tantangan ekonomi yang dihadapi Dominika. Pertumbuhan PDB tahunan menunjukkan kontraksi turun 0.72% pada 2023 dan -0.51% pada 2024. Kontraksi ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023), PDB PPP Dominika pada 2024 lebih rendah. Rata-rata PDB PPP selama periode tersebut adalah sekitar 1.456 Unit. Artinya, kondisi ekonomi Dominika saat ini belum pulih ke level sebelum pandemi COVID-19.
Peringkat Dominika berdasarkan PDB PPP di kawasan Karibia masih berada di posisi 11, sama seperti dua tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa kinerja ekonomi Dominika relatif stagnan dibandingkan negara-negara tetangganya.
(Baca: Persentase Desa dengan Kondisi tidak Ada Sinyal Telepon di Sumatera Utara | 2024)
IMF memproyeksikan PDB PPP Dominika akan terus mengalami penurunan hingga 2026, sebelum kemudian sedikit meningkat pada 2027 dan seterusnya. Namun, peningkatan ini sangat kecil dan tidak signifikan. Proyeksi ini mengindikasikan bahwa Dominika masih akan menghadapi tantangan ekonomi dalam beberapa tahun mendatang.
Dibandingkan dengan negara lain di Karibia, Dominika memiliki PDB PPP yang relatif kecil. Misalnya, Jamaika memiliki PDB PPP sebesar 95.392 Unit, sementara Dominika hanya 1.37 Unit. Saint Lucia memiliki PDB PPP 1.376 Unit. Namun, penting untuk dicatat bahwa angka ini tidak mencerminkan keseluruhan gambaran ekonomi suatu negara dan perlu dipertimbangkan bersama dengan indikator ekonomi lainnya.