Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Hulu Sungai Utara, pada 2025 tercatat Rp7160 miliar. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,02% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp6617 miliar.
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2022 pasca covid tercatat mencapai 4,08%.
(Baca: Inflasi Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Kota Surakarta Bulan April 1,15%)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 237,05 ribu jiwa (data 2024), PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp29.879 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 444.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor. Pada 2025 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp1,18 jutajuta. Nominal ini tumbuh 4,51%.
Di urutan kedua adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 7,27% menjadi Rp1,17 jutajuta, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib diurutan ketiga dengan PDRB Rp798,41 ribujuta (2,16%).
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah jasa pendidikan dengan PDRB Rp673,87 ribujuta. Sektor ini tercatat tumbuh 4,36% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp620,34 ribujuta.
(Baca: Bulan April, Inflasi Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah di Kota Bima Sebesar 0,68%)
Distribusi PDRB di Kabupaten Hulu Sungai Utara pada 2025
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Hulu Sungai Utara ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 15,95%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor konstruksi, dan sektor jasa pendidikan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Lainnya,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pertambangan dan Penggalian dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.