Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Jayapura, pada 2025 mencapai Rp21,53 triliun. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 3,61% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp20,43 triliun.
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
(Baca: Harga Gula Pasir Lokal di Pasar Modern Periode Mei 2025-2026)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 203,15 ribu jiwa (data 2024), PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp123,13 juta/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 67.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Pada 2025 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp3,88 jutajuta. Nominal ini tumbuh 4,19%.
Di urutan kedua adalah sektor konstruksi pertumbuhan negatif -2,1% menjadi Rp3,37 jutajuta kemudian diikuti oleh PDRB sektor transportasi dan pergudangan yang kali ini tumbuh 3,07% menjadi Rp3,2 jutajuta.
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan PDRB Rp1,98 jutajuta. Sektor ini tercatat tumbuh 8,39% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp1,8 jutajuta.
(Baca: Harga Beras Kualitas Medium II di Pasar Tradisional Periode Mei 2025-2026)
Distribusi PDRB di Kabupaten Jayapura pada 2025
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Jayapura ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 19,16%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor konstruksi, sektor transportasi dan pergudangan, dan sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi,Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.