Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SMP di Provinsi Maluku Utara pada tahun 2025 sebesar 78,65 persen, mengalami sedikit penurunan sebesar 0,69 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 79,34 persen. Nilai APM tahun 2025 ini berada di atas rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 77,66 persen, namun sedikit di bawah rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 77,84 persen. Sejak data tercatat pada 2001, kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2013, di mana APM naik dari 64,43 persen menjadi 70,73 persen dengan pertumbuhan 9,78 persen, sedangkan penurunan terendah terjadi pada tahun 2005, di mana APM turun dari 64,17 persen menjadi 61 persen dengan pertumbuhan negatif 4,94 persen. Pada tahun 2025, Maluku Utara menempati peringkat 1 di Pulau Maluku dan peringkat 17 se-Indonesia.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di DI Yogyakarta 2018 - 2024)
Perkembangan APM SMP Maluku Utara dari tahun 2001 hingga 2025 menunjukkan tren peningkatan secara keseluruhan, meskipun terdapat beberapa fluktuasi. Tahun 2001 nilai APM masih 57,25 persen, kemudian mengalami kenaikan hingga 62,15 persen pada 2003, sebelum turun sedikit pada 2005. Setelah tahun 2013, nilai APM menunjukkan peningkatan konsisten setiap tahun hingga 2024, kecuali tahun 2019 yang turun sedikit dari 76,31 persen menjadi 76,20 persen. Peringkat di Pulau Maluku sebagian besar berada di posisi 2, kecuali pada tahun 2011, 2013-2019, 2021, dan 2025 yang menempati posisi 1. Sementara peringkat se-Indonesia berfluktuasi dari peringkat 17 pada 2001, turun ke peringkat 24 pada tahun 2012 dan 2022, sebelum kembali ke peringkat 17 pada 2025.
Dibandingkan provinsi lain dalam data perbandingan, APM SMP Maluku Utara tahun 2025 sebesar 78,65 persen lebih tinggi daripada Lampung (78,47 persen), Jambi (78,47 persen), Kalimantan Selatan (78,54 persen), Bengkulu (78,83 persen), dan Kalimantan Tengah (78,91 persen), namun lebih rendah daripada Jawa Tengah (80,29 persen). Peringkat se-Indonesia Maluku Utara pada tahun 2025 adalah 17, yang lebih baik daripada Lampung (19), Jambi (19), Kalimantan Selatan (18), dan Bengkulu (16), namun lebih buruk daripada Jawa Tengah (14) dan Kalimantan Tengah (15). Setiap provinsi dalam data perbandingan mengalami penurunan APM pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan terbesar terjadi di Lampung sebesar 2,93 persen dan pertumbuhan negatif 3,6 persen.
Jawa Tengah
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SMP di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2025 sebesar 80,29 persen, mengalami sedikit penurunan sebesar 0,74 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 81,03 persen. Nilai ini berada di bawah rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 80,69 persen, dan sedikit di bawah rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 80,35 persen. Peringkat Jawa Tengah di Pulau Jawa pada tahun 2025 adalah 6, dan peringkat se-Indonesia adalah 14, yang lebih baik daripada semua provinsi lain dalam data perbandingan. Pertumbuhan APM Jawa Tengah pada tahun 2025 adalah negatif 0,91 persen, yang merupakan penurunan pertama setelah beberapa tahun peningkatan konsisten. Sejak tahun 2020, nilai APM Jawa Tengah selalu di atas 78 persen, menunjukkan konsistensi dalam tingkat partisipasi siswa SMP di provinsi ini meskipun terjadi penurunan sedikit pada tahun 2025. Nilai APM Jawa Tengah tahun 2025 juga tetap menjadi yang tertinggi di antara provinsi dalam data perbandingan, menunjukkan posisi yang kuat dalam hal akses pendidikan SMP di wilayahnya.
Kalimantan Tengah
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SMP di Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2025 sebesar 78,91 persen, mengalami penurunan sebesar 1,58 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 80,49 persen. Nilai ini berada di bawah rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 79,74 persen, dan juga di bawah rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 79,78 persen. Peringkat Kalimantan Tengah di Pulau Kalimantan pada tahun 2025 adalah 3, dan peringkat se-Indonesia adalah 15, yang lebih baik daripada Maluku Utara, Kalimantan Selatan, Bengkulu, Jambi, dan Lampung. Pertumbuhan APM Kalimantan Tengah pada tahun 2025 adalah negatif 1,96 persen, yang merupakan penurunan yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Sejak tahun 2020, nilai APM Kalimantan Tengah berkisar antara 78,14 persen hingga 80,49 persen, dengan fluktuasi yang terjadi setiap tahun, seperti peningkatan pada tahun 2021 dan 2024, serta penurunan pada tahun 2022 dan 2025. Meskipun terjadi penurunan pada tahun 2025, nilai APM Kalimantan Tengah masih di atas rata-rata nasional umum untuk APM SMP.
(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Naik Menuju Level 294.75 Pound (Selasa, 17 Maret 2026))
Bengkulu
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SMP di Provinsi Bengkulu pada tahun 2025 sebesar 78,83 persen, mengalami penurunan sebesar 3,53 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 82,36 persen. Nilai ini berada di bawah rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 81,03 persen, dan juga di bawah rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 80,56 persen. Peringkat Bengkulu di Pulau Sumatera pada tahun 2025 adalah 5, dan peringkat se-Indonesia adalah 16, yang lebih baik daripada Maluku Utara, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Lampung. Pertumbuhan APM Bengkulu pada tahun 2025 adalah negatif 4,29 persen, yang merupakan penurunan terbesar di antara provinsi dalam data perbandingan. Sejak tahun 2020, nilai APM Bengkulu menunjukkan peningkatan setiap tahun hingga 2024, sebelum mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2025, yang membuat nilai tahun 2025 menjadi terendah sejak tahun 2021. Penurunan ini menunjukkan perubahan yang cukup drastis dalam tingkat partisipasi siswa SMP di Bengkulu setelah beberapa tahun kemajuan.
Kalimantan Selatan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SMP di Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2025 sebesar 78,54 persen, mengalami sedikit peningkatan sebesar 0,4 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 78,14 persen. Nilai ini berada di atas rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 78,41 persen, dan juga di atas rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 78,30 persen. Peringkat Kalimantan Selatan di Pulau Kalimantan pada tahun 2025 adalah 4, dan peringkat se-Indonesia adalah 18, yang lebih buruk daripada Maluku Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan Bengkulu. Pertumbuhan APM Kalimantan Selatan pada tahun 2025 adalah 0,51 persen, yang merupakan peningkatan pertama setelah penurunan pada tahun 2022 dan 2023. Sejak tahun 2020, nilai APM Kalimantan Selatan berfluktuasi antara 77,44 persen hingga 79,65 persen, dengan penurunan pada tahun 2022 dan 2023, serta peningkatan pada tahun 2021 dan 2025. Peningkatan sedikit pada tahun 2025 menunjukkan kemungkinan pemulihan tingkat partisipasi siswa SMP di provinsi ini.
Jambi
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SMP di Provinsi Jambi pada tahun 2025 sebesar 78,47 persen, mengalami penurunan sebesar 1,18 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 79,65 persen. Nilai ini berada di bawah rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 79,84 persen, dan juga di bawah rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 79,84 persen. Peringkat Jambi di Pulau Sumatera pada tahun 2025 adalah 6, dan peringkat se-Indonesia adalah 19, yang lebih buruk daripada semua provinsi lain dalam data perbandingan kecuali Lampung. Pertumbuhan APM Jambi pada tahun 2025 adalah negatif 1,48 persen, yang merupakan penurunan setelah peningkatan pada tahun 2024. Sejak tahun 2020, nilai APM Jambi berkisar antara 78,14 persen hingga 80,23 persen, dengan fluktuasi yang terjadi setiap tahun, seperti peningkatan pada tahun 2021 dan 2024, serta penurunan pada tahun 2022 dan 2025. Meskipun terjadi penurunan pada tahun 2025, nilai APM Jambi masih di atas tingkat yang dicapai pada tahun 2020, menunjukkan kemajuan jangka panjang meskipun ada fluktuasi tahunan.
Lampung
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SMP di Provinsi Lampung pada tahun 2025 sebesar 78,47 persen, mengalami penurunan sebesar 2,93 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 81,4 persen. Nilai ini berada di bawah rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 80,56 persen, dan juga di bawah rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 80,28 persen. Peringkat Lampung di Pulau Sumatera pada tahun 2025 adalah 6, dan peringkat se-Indonesia adalah 19, sama dengan Jambi. Pertumbuhan APM Lampung pada tahun 2025 adalah negatif 3,6 persen, yang merupakan penurunan terbesar kedua setelah Bengkulu dalam data perbandingan. Sejak tahun 2020, nilai APM Lampung menunjukkan peningkatan setiap tahun hingga 2024, sebelum mengalami penurunan signifikan pada tahun 2025, yang membuat nilai tahun 2025 menjadi terendah sejak tahun 2020. Penurunan ini menunjukkan perubahan yang cukup besar dalam tingkat partisipasi siswa SMP di Lampung setelah beberapa tahun kemajuan konsisten.