Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Angka Partisipasi Murni (APM) SMP Provinsi Maluku Utara hingga akhir tahun 2025 sebesar 78,65 Persen. Selama 24 tahun periode pemantauan sejak 2001, indikator ini menunjukkan tren naik secara keseluruhan dengan total peningkatan 37,38 persen dari nilai awal 57,25 Persen. Pada tahun 2025 terjadi penurunan sedikit sebesar 0,69 poin atau minus 0,87 persen dibandingkan tahun 2024, yang merupakan tahun dengan nilai APM tertinggi sepanjang sejarah yaitu 79,34 Persen.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Republik Ceko 2024)
Sepanjang catatan historis, kenaikan tertinggi APM SMP Maluku Utara terjadi pada tahun 2013 dengan penambahan 6,30 poin atau tumbuh 9,78 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara penurunan terbesar tercatat pada tahun 2005 sebesar minus 3,17 poin. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 0,54 persen per tahun, angka ini lebih baik dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya sebesar 0,45 persen per tahun. Posisi nilai tahun 2025 berada di atas rata-rata seluruh periode sebesar 70,63 Persen.
Untuk peringkat di wilayah Pulau Maluku, Maluku Utara kembali menempati urutan 1 pada tahun 2025, setelah sebelumnya berada di urutan 2 selama 3 tahun berturut-turut pada 2022 sampai 2024. Secara nasional, peringkat Maluku Utara membaik dari posisi 21 pada tahun 2024 menjadi peringkat 17 secara nasional tahun 2025. Ini merupakan kembalinya posisi peringkat nasional yang sama dengan capaian awal pemantauan pada tahun 2001.
Dibandingkan provinsi lain yang memiliki catatan APM SMP tahun 2025, Maluku Utara mencatatkan performa pertumbuhan yang lebih stabil dibanding sebagian besar wilayah lain. Selama 5 tahun terakhir, Maluku Utara hanya mengalami 1 kali periode penurunan yaitu pada tahun 2025, sementara sebagian provinsi pembanding mencatatkan minimal 2 kali periode penurunan dalam rentang waktu yang sama. Secara nilai absolut, Maluku Utara masih berada di bawah rata-rata enam provinsi pembanding yang rata-rata mencapai 78,92 Persen pada tahun 2025.
Jawa Tengah
Jawa Tengah menempati peringkat 14 secara nasional untuk indikator APM SMP tahun 2025 dengan nilai tercatat 80,29 Persen. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 0,74 poin atau minus 0,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi salah satu penurunan paling kecil di antara kelompok provinsi pembanding. Di wilayah Pulau Jawa, Jawa Tengah berada pada urutan 6 untuk capaian indikator ini tahun 2025. Nilai yang dicapai Jawa Tengah masih 1,64 poin lebih tinggi dibanding capaian Maluku Utara pada periode yang sama.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah menempati posisi 15 secara nasional dengan nilai APM SMP tahun 2025 sebesar 78,91 Persen. Wilayah ini mengalami penurunan 1,58 poin atau minus 1,96 persen dibanding tahun sebelumnya, penurunan ini lebih besar dua kali lipat dibanding penurunan yang dialami Maluku Utara pada tahun yang sama. Di wilayah Pulau Kalimantan, Kalimantan Tengah berada di urutan 3. Nilai capaian Kalimantan Tengah hanya terpaut 0,26 poin di atas capaian Maluku Utara tahun 2025.
Bengkulu
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kota Bogor | 2025)
Bengkulu mencatatkan peringkat 16 secara nasional dengan nilai APM SMP tahun 2025 sebesar 78,83 Persen. Provinsi di Pulau Sumatera ini mengalami penurunan terbesar di antara seluruh provinsi pembanding yaitu sebesar 3,53 poin atau minus 4,29 persen dibanding tahun 2024. Di wilayah Pulau Sumatera, Bengkulu berada pada urutan 5 untuk indikator ini. Nilai capaian Bengkulu hanya 0,18 poin lebih tinggi dibanding Maluku Utara pada tahun 2025.
Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan menempati peringkat 18 secara nasional dengan nilai APM SMP tahun 2025 sebesar 78,54 Persen. Wilayah ini merupakan satu-satunya provinsi di kelompok pembanding yang mencatatkan pertumbuhan positif pada tahun 2025, dengan penambahan 0,40 poin atau tumbuh 0,51 persen dibanding tahun sebelumnya. Di wilayah Pulau Kalimantan, Kalimantan Selatan berada pada urutan 4. Nilai capaian Kalimantan Selatan 0,11 poin lebih rendah dibanding capaian Maluku Utara tahun 2025.
Jambi
Jambi menempati peringkat 19 secara nasional dengan nilai APM SMP tahun 2025 sebesar 78,47 Persen. Wilayah di Pulau Sumatera ini mengalami penurunan sebesar 1,18 poin atau minus 1,48 persen dibanding tahun sebelumnya. Di wilayah Pulau Sumatera, Jambi berada pada urutan 6 untuk indikator ini. Nilai capaian Jambi 0,18 poin lebih rendah dibanding capaian Maluku Utara pada periode tahun 2025.
Lampung
Lampung mencatatkan peringkat sama dengan Jambi yaitu posisi 19 secara nasional untuk APM SMP tahun 2025 dengan nilai yang sama persis sebesar 78,47 Persen. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 2,93 poin atau minus 3,6 persen dibanding tahun sebelumnya, menjadikan penurunan Lampung sebagai yang terbesar kedua setelah Bengkulu di kelompok pembanding. Di wilayah Pulau Sumatera, Lampung juga berada pada urutan 6 bersama Jambi. Nilai capaian Lampung 0,18 poin lebih rendah dibanding Maluku Utara tahun 2025.