Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Takalar Naik 0,53% dalam 5 Tahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan sebesar 12,66% pada 2025.
Angka tersebut naik 1,52% dari tahun sebelumnya sebesar 11,14%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 0,53%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Takalar lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Takalar yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 12,66% dari total penduduk.
Dibanding 23 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Selatan, PoU di Kabupaten Takalar ada di urutan ke-23. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan (2,9%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Jeneponto (12,74%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Selatan pada 2025.
- Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan: 2,9%
- Kota Palopo: 3,16%
- Kota Parepare: 3,34%
- Kabupaten Toraja Utara: 3,45%
- Kabupaten Enrekang: 3,85%
- Kabupaten Bulukumba: 3,89%
- Kabupaten Luwu Timur: 4,15%
- Kabupaten Bantaeng: 4,22%
- Kabupaten Luwu Utara: 4,63%
- Kabupaten Luwu: 4,86%
(Baca: Penduduk Miskin di Indonesia Berkurang pada September 2025)