Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Penajam Paser Utara pada tahun 2024 sebesar 247.845 rupiah per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 5,1 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih pengeluaran turun 13.299 rupiah dari tahun sebelumnya.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin Periode 2013-2025)
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran aneka barang dan jasa di wilayah ini mengalami fluktuasi yang jelas. Tahun 2018 ke 2019 turun sebesar 12 persen, lalu sedikit turun 2,6 persen pada tahun 2019 ke 2020. Tahun 2020 ke 2021 terjadi kenaikan 7,4 persen, kemudian sedikit turun 1 persen pada 2021 ke 2022. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2022 ke 2023 sebesar 27,4 persen, sebelum kembali turun 5,1 persen pada tahun 2024. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) sebesar 224.399 rupiah per kapita per bulan, pengeluaran tahun 2024 sedikit lebih tinggi.
Data pendukung menunjukkan pengeluaran subkategori aneka barang dan jasa di tahun 2024 terbesar adalah untuk Rokok dan Tembakau sebesar 157.007 rupiah per kapita per bulan, diikuti Makanan Jadi sebesar 199.713 rupiah. Pengeluaran untuk Sabun Mandi sebesar 64.615 rupiah, Perawatan sebesar 58.089 rupiah, dan Kecantikan sebesar 50.380 rupiah per kapita per bulan.
Berdasarkan data perbandingan BPS, Kabupaten Penajam Paser Utara berada di peringkat 10 dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur untuk pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024. Dibandingkan lima kabupaten/kota teratas di provinsi, Kota Balikpapan berada di peringkat 2 dengan pengeluaran 517.496 rupiah dan pertumbuhan 3,3 persen, Kota Samarinda di peringkat 6 dengan 412.308 rupiah dan penurunan 2,9 persen, Kabupaten Kutai Timur di peringkat3 dengan480.989 rupiah dan penurunan3,9 persen, Kabupaten Mahakam Hulu di peringkat1 dengan523.500 rupiah dan kenaikan21,7 persen, serta Kabupaten Berau di peringkat4 dengan442.251 rupiah dan kenaikan4,5 persen.
Kota Balikpapan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Balikpapan tahun2024 sebesar1.441.412 rupiah, naik22,7 persen dari tahun sebelumnya. Wilayah ini berada di peringkat1 di Provinsi Kalimantan Timur untuk kategori ini. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan tahun2024 sebesar2.460.917 rupiah, turun6,5 persen dari tahun sebelumnya dan berada di peringkat1 di provinsi. Pengeluaran makanan tahun2024 sebesar1.019.505 rupiah, naik13,7 persen dari tahun sebelumnya dan berada di peringkat2 di provinsi.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Asmat 2,05%)
Kota Samarinda
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Samarinda tahun2024 sebesar1.317.420 rupiah, naik10,1 persen dari tahun sebelumnya dan berada di peringkat2 di Provinsi Kalimantan Timur. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan tahun2024 sebesar2.258.437 rupiah, turun2,1 persen dari tahun sebelumnya dan berada di peringkat2 di provinsi. Pengeluaran makanan tahun2024 sebesar941.016 rupiah, naik12,6 persen dari tahun sebelumnya dan berada di peringkat5 di provinsi.
Kabupaten Kutai Timur
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Kutai Timur tahun2024 sebesar1.164.270 rupiah, naik23,8 persen dari tahun sebelumnya dan berada di peringkat4 di Provinsi Kalimantan Timur. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan tahun2024 sebesar2.163.803 rupiah, turun15,7 persen dari tahun sebelumnya dan berada di peringkat4 di provinsi. Pengeluaran makanan tahun2024 sebesar999.534 rupiah, naik16,2 persen dari tahun sebelumnya dan berada di peringkat3 di provinsi.
Kabupaten Penajam Paser Utara
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Penajam Paser Utara tahun2024 sebesar737.929 rupiah, naik16,1 persen dari tahun sebelumnya dan berada di peringkat9 di Provinsi Kalimantan Timur. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan tahun2024 sebesar1.482.085 rupiah, turun10,2 persen dari tahun sebelumnya dan berada di peringkat10 di provinsi. Pengeluaran makanan tahun2024 sebesar744.156 rupiah, naik13 persen dari tahun sebelumnya dan berada di peringkat10 di provinsi.