Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHK Sektor Real Estate Kota Pekalongan pada tahun 2024 sebesar Rp 265,47 miliar. Data ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 7,33% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini juga terlihat dari selisih nilai yang mencapai Rp 18,14 miliar. Secara historis, PDRB sektor ini terus mengalami pertumbuhan dari tahun 2010 hingga 2024, dengan sedikit anomali pada tahun 2020 dan 2021.
Pertumbuhan PDRB ADHK Real Estate Kota Pekalongan dalam lima tahun terakhir (2020-2024) menunjukkan peningkatan yang cukup baik. Rata-rata pertumbuhan selama periode ini adalah 4,26%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan tiga tahun sebelumnya (2022-2024) yang sebesar 4,79%. Kenaikan tertinggi dalam periode ini terjadi pada tahun 2024 dengan pertumbuhan 7,33%, sementara kenaikan terendah terjadi pada tahun 2021 dengan pertumbuhan 1,89%. Ranking Kota Pekalongan secara nasional juga menunjukkan perbaikan, naik dari peringkat 238 pada tahun 2021 menjadi peringkat 231 pada tahun 2024.
(Baca: PDRB Pengeluaran Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) di Banten | 2024)
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Pulau Jawa, Kota Pekalongan menempati peringkat 102 pada tahun 2024. Peringkat ini menunjukkan posisi yang relatif stabil dalam lima tahun terakhir. Jika dibandingkan dengan data perbandingan dari BPS, PDRB ADHK Real Estate Kota Pekalongan masih berada di bawah beberapa kabupaten/kota lain di pulau lain, seperti Kabupaten Sintang di Kalimantan dengan nilai Rp 267,47 miliar dan peringkat 21 di pulau tersebut.
Kenaikan tertinggi PDRB ADHK Sektor Real Estate Kota Pekalongan terjadi pada tahun 2024 dengan pertumbuhan 7,33% dan selisih nilai Rp 18,14 miliar. Sementara itu, kenaikan terendah terjadi pada tahun 2021 dengan pertumbuhan 1,89% dan selisih nilai Rp 4,12 miliar. Anomali terjadi pada tahun 2020, dimana pertumbuhan sedikit mengalami penurunan turun 0,08% dengan selisih nilai -Rp 0,17 miliar, namun kemudian kembali meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
Secara keseluruhan, PDRB ADHK Sektor Real Estate Kota Pekalongan menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan yang konsisten dari tahun ke tahun. Meskipun terdapat sedikit fluktuasi, sektor ini tetap menjadi kontributor penting bagi perekonomian kota. Kinerja ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan agar Kota Pekalongan dapat bersaing dengan kabupaten/kota lain di tingkat regional dan nasional.
Kabupaten Sintang
Kabupaten Sintang menempati peringkat yang cukup baik di Kalimantan, yaitu peringkat 21 dengan nilai PDRB ADHK Real Estate sebesar Rp 267,47 miliar. Meskipun mengalami penurunan sebesar 5%, Kabupaten Sintang masih menjadi salah satu daerah dengan nilai PDRB sektor real estate yang signifikan di Kalimantan. Rata-rata pertumbuhan selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa sektor ini memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang di Kabupaten Sintang.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Pati Menurut Sektor pada 2024)
Kabupaten Pamekasan
Kabupaten Pamekasan memiliki PDRB ADHK Real Estate sebesar Rp 267,21 miliar. Pertumbuhan PDRB ADHK Real Estate di Kabupaten Pamekasan mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar 4,73%, menempatkannya pada posisi 101 di Pulau Jawa. Kinerja ini menunjukkan potensi yang cukup besar bagi sektor real estate di Pamekasan untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.
Kabupaten Toraja Utara
Kabupaten Toraja Utara mencatatkan nilai PDRB ADHK Real Estate sebesar Rp 266,10 miliar. Pertumbuhan sektor ini di Toraja Utara mencapai 5,78%, menempatkannya pada peringkat 28 di Pulau Sulawesi. Peningkatan ini menunjukkan bahwa sektor real estate di Toraja Utara memiliki daya tarik yang kuat, kemungkinan didorong oleh sektor pariwisata yang berkembang pesat di daerah tersebut.
Kabupaten Nabire
Kabupaten Nabire mencatatkan nilai PDRB ADHK Real Estate sebesar Rp 264,97 miliar. Pertumbuhan sektor ini di Nabire mencapai 4,78%, menempatkannya pada peringkat 7 di Pulau Papua. Kabupaten Nabire menunjukkan potensi yang menjanjikan di sektor real estate. Investasi di sektor ini dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Kabupaten Maros
Kabupaten Maros memiliki nilai PDRB ADHK Real Estate sebesar Rp 264,52 miliar. Pertumbuhan sektor real estate di Maros mencapai 8,17%, menempatkannya pada peringkat 29 di Pulau Sulawesi. Peningkatan ini menunjukkan potensi yang cukup besar bagi sektor real estate di Kabupaten Maros untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.
Kabupaten Way Kanan
Kabupaten Way Kanan mencatatkan nilai PDRB ADHK Real Estate sebesar Rp 261,20 miliar. Pertumbuhan sektor ini di Way Kanan mencapai 7,27%, menempatkannya pada peringkat 63 di Pulau Sumatera. Ini menunjukkan bahwa Kabupaten Way Kanan memiliki potensi yang cukup signifikan di sektor real estate.