Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Pati, pada 2024 tercatat Rp59,01 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,13% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp54,75 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 3,38%.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya Periode 2013-2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 1,38 juta jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp43.051 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 307.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor industri pengolahan menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor industri pengolahan. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp16,98 jutajuta. PDRB ini tumbuh 6,26%.
Selanjutnya sektor kedua untuk PDRB terbesar di Kabupaten Pati ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 1,51% menjadi Rp13,47 jutajuta kemudian diikuti oleh sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 4,63% menjadi Rp8,53 jutajuta.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi di Kab. Banjar 2018 - 2024)
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah jasa pendidikan dengan PDRB Rp2,59 jutajuta. Sektor ini tercatat tumbuh 6,71% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp2,38 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Pati pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Pati ini adalah sektor industri pengolahan dengan kontribusi mencapai 26,93%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor konstruksi, dan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Real Estate,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.