Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sejak tahun 2024 sampai minggu ke-16 atau April tahun 2026, ada 23 kasus positif hantavirus di Indonesia.
Hantavirus adalah virus yang bisa menyebabkan gangguan paru-paru dan ginjal. Penyakit ini tergolong zoonosis karena ditularkan melalui hewan pengerat (rodensia), seperti tikus dan mencit.
(Baca: 88% Suspek Hantavirus di Indonesia Negatif sampai April 2026)
Kasus positif hantavirus dalam negeri paling banyak tercatat di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.
Berikut rincian sebaran kasus positif hantavirus di Indonesia sejak tahun 2024 sampai minggu ke-16 tahun 2026, menurut data Kemenkes:
- DKI Jakarta: 6 kasus
- DI Yogyakarta: 6 kasus
- Jawa Barat: 5 kasus
- Sumatera Barat: 1 kasus
- Banten: 1 kasus
- Jawa Timur: 1 kasus
- Nusa Tenggara Timur: 1 kasus
- Kalimantan Barat: 1 kasus
- Sulawesi Utara: 1 kasus
Mantan Direktur Penyakit Menular World Health Organization (WHO) Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan Indonesia harus mewaspadai hantavirus, karena tingkat kematian akibat penyakit ini tergolong tinggi.
"Angka kematian hantavirus di negara kita adalah 13%, jelas harus jadi perhatian penting, karena selama ini angka kematian hantavirus di Asia adalah di bawah 5%, bahkan ada yang menyebutkan 1%," kata Tjandra, diberitakan Katadata.co.id (9/5/2026).
(Baca: Tingkat Kematian Kasus Hantavirus Global, Kawasan Amerika Paling Tinggi)