Hantavirus adalah virus yang bisa menyebabkan gangguan paru-paru dan ginjal. Penyakit ini tergolong zoonosis karena ditularkan melalui hewan pengerat (rodensia), seperti tikus dan mencit.
Menurut laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sejak 2024 hingga minggu ke-17 atau akhir April 2026, ada 256 kasus suspek atau terduga tertular hantavirus yang tercatat di Indonesia.
Jumlah tersebut bertambah lima kasus dibanding data per minggu ke-16 2026 yang sebanyak 251 kasus.
Dari seluruh suspek hantavirus ini, terdapat 8,98% yang positif terinfeksi, sedangkan mayoritas 89,84% negatif.
Berikut rincian jumlah suspek hantavirus di Indonesia sejak 2024 hingga minggu ke-17 2026, menurut data Kemenkes:
- Total suspek: 256 kasus
- Negatif: 230 kasus
- Positif: 23 kasus
- Tidak dapat dilakukan pemeriksaan: 3 kasus.
Mantan Direktur Penyakit Menular World Health Organization (WHO) Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan Indonesia harus mewaspadai hantavirus, karena tingkat kematian akibat penyakit ini tergolong tinggi.
“Angka kematian hantavirus di negara kita adalah 13%, jelas harus jadi perhatian penting, karena selama ini angka kematian hantavirus di Asia adalah di bawah 5%, bahkan ada yang menyebutkan 1%,” kata Tjandra, diberitakan Katadata.co.id (9/5/2026).
(Baca: Kasus Positif Hantavirus RI Terbanyak di Jakarta-Jogja sampai April 2026)