Hantavirus adalah virus yang bisa menyebabkan gangguan paru-paru dan ginjal. Penyakit ini tergolong zoonosis karena ditularkan melalui hewan pengerat (rodensia), seperti tikus dan mencit.
Menurut laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sejak tahun 2024 hingga minggu ke-16 atau April tahun 2026, ada 251 kasus suspek atau terduga hantavirus yang tercatat di Indonesia.
Namun, dari seluruh suspek hantavirus ini hanya 9% yang positif terinfeksi, sedangkan 88% negatif.
Berikut rincian jumlah suspek hantavirus di Indonesia sejak tahun 2024 hingga minggu ke-16 tahun 2026, menurut data Kemenkes:
- Total suspek: 251 kasus
- Negatif: 221 kasus
- Positif: 23 kasus
- Dalam pemeriksaan: 4 kasus
- Tidak dapat diambil spesimen: 3 kasus
Mantan Direktur Penyakit Menular World Health Organization (WHO) Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan Indonesia harus mewaspadai hantavirus, karena tingkat kematian akibat penyakit ini tergolong tinggi.
"Angka kematian hantavirus di negara kita adalah 13%, jelas harus jadi perhatian penting, karena selama ini angka kematian hantavirus di Asia adalah di bawah 5%, bahkan ada yang menyebutkan 1%," kata Tjandra, diberitakan Katadata.co.id (9/5/2026).
(Baca: Tingkat Kematian Kasus Hantavirus Global, Kawasan Amerika Paling Tinggi)