Kualitas Udara Banten Pagi Hari (28/6) Terburuk di Indonesia

1
Irfan Fadhlurrahman 28/06/2026 09:15 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia per 28 Juni 2026 Pukul 08.00 WIB
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Kualitas Udara di Banten pagi ini terburuk di Indonesia. Berdasarkan halaman Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Minggu (28/6/2026) pukul 08.00 WIB terungkap bahwa indeks kualitas udara di Banten sebesar 121.

Menurut Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara KLHK, ISPU merupakan angka tanpa satuan yang digunakan untuk menggambarkan kondisi mutu udara ambien di lokasi tertentu dan didasarkan kepada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika, dan makhluk hidup lainnya.

Perhitungan ISPU berdasarkan hasil pengukuran tujuh parameter pencemar udara yakni PM10, PM2.5, NO2, SO2, CO, O3, dan HC. Pengukuran parameter pencemar udara tersebar di 72 stasiun di berbagai daerah.

(Baca: Jumlah Rumah Rusak Ringan karena Bencana Alam di Indonesia 2015-2024)

Berdasarkan Permen LHK No. 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara, ISPU pada rentang 0-50 memiliki kualitas udara baik, rentang 51-100 berarti kualitas udara sedang, dan rentang 101-200 kualitas udara tidak sehat yang bersifat merugikan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Berikutnya, kualitas udara sangat tidak sehat pada rentang 201-300 dapat meningkatkan risiko kesehatan pada kelompok sensitif. Sementara, kualitas udara berbahaya pada rentang lebih dari 300 dapat merugikan kesehatan secara serius dan perlu penanganan cepat.

Di bawah Banten, ada DKI Jakarta yang menempati posisi kedua terburuk di Indonesia dengan indeks kualitas udara 115. Kemudian, di posisi ketiga ada Lampung dengan indeks kualitas udara 104.

Ini artinya, tidak ada wilayah yang memiliki kualitas udara berbahaya.

Berikut daftar 10 provinsi dengan indeks kualitas udara terburuk di Indonesia pada Minggu, 28 Juni 2026 pukul 08.00 WIB.

1. Banten: 121

2. DKI Jakarta: 115

3. Lampung: 104

4. Riau: 91

5. Sumatera Selatan: 89

6. Sumatera Barat: 87

7. Aceh: 84

8. Jambi: 83

9. Jawa Barat: 82

10. Suamtera Utara: 72

(Baca: Jumlah Rumah Rusak Ringan karena Bencana Alam di Indonesia 2015-2024)

Data Pasar

Macro update by
28 June 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Mei) 3,08% +0.66
Inflasi mom (Mei) 0,28% +0.15
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.975 -0.16
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Neraca perdagangan (Apr) 89,10 -97.32
Ekspor Migas (Apr) 1,16 -9.81
Impor Migas (Apr) 4,60 +45.09
Ekspor (Apr) 25,30 +12.32
Impor (Apr) 25,21 +31.28
Kunjungan Wisman (Apr) 1,25 +14.75
NTP (Mei) 113,79 +1.34

Data Populer

Loading...