Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai PDRB ADHB Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Jawa Barat pada kuartal kedua 2025 sebesar 6.379,58 Rp miliar, mengalami pertumbuhan sebesar 11,14% dibandingkan kuartal pertama 2025. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan tiga kuartal terakhir (4,43%) dan lima kuartal terakhir (3,89%). Kenaikan tertinggi dalam data historis terjadi pada kuartal kedua 2025, sedangkan penurunan terendah terjadi pada kuartal kedua 2020 dengan pertumbuhan negatif turun 23,78%.
(Baca: Jumlah Angkatan Kerja dan Persentase Pengangguran di Kabupaten Rokan Hulu)
Sejak tahun 2010, nilai PDRB sektor ini di Jawa Barat menunjukkan tren peningkatan secara umum, meskipun terdapat beberapa penurunan. Penurunan signifikan terjadi pada kuartal kedua 2020, di mana nilai turun sebesar 1.068,79 Rp miliar dari kuartal pertama 2020. Setelah periode tersebut, nilai kembali meningkat secara konsisten, kecuali pada kuartal keempat 2024 yang mengalami penurunan sedikit turun 5,43% dibandingkan kuartal ketiga 2024.
Pada kuartal kedua 2025, Jawa Barat menempati peringkat kedua di Pulau Jawa dan peringkat kedua se-Indonesia untuk nilai PDRB ADHB Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial. Peringkat ini sama dengan kuartal sebelumnya, tanpa perubahan posisi. Nilai Jawa Barat hanya kalah dari DKI Jakarta yang menduduki peringkat pertama, dan melebihi Jawa Timur yang berada di peringkat ketiga.
DKI Jakarta
DKI Jakarta menduduki peringkat pertama di Pulau Jawa dan se-Indonesia untuk nilai PDRB ADHB Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial pada kuartal kedua 2025, dengan nilai sebesar 22.128,61 Rp miliar. Pertumbuhan dari kuartal pertama 2025 sebesar 3,25%, yang lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan tiga kuartal terakhir (4,12%). Nilai ini lebih dari tiga kali lipat nilai Jawa Barat yang berada di peringkat kedua, menunjukkan dominasi sektor kesehatan dan sosial di ibukota. Peringkat DKI Jakarta tetap stabil di posisi pertama selama lima kuartal terakhir tanpa perubahan.
Jawa Barat
Jawa Barat berada di peringkat kedua di Pulau Jawa dan se-Indonesia pada kuartal kedua 2025, dengan nilai PDRB ADHB Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 6.379,58 Rp miliar. Pertumbuhan sebesar 11,14% dari kuartal pertama 2025 adalah tertinggi di antara lima provinsi teratas. Rata-rata pertumbuhan lima kuartal terakhir sebesar 3,89%, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan kuartal kedua 2025 jauh melebihi rata-rata tersebut. Peringkat Jawa Barat tetap stabil di posisi kedua selama tiga kuartal terakhir.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau di Kab. Mamasa 2018 - 2024)
Jawa Timur
Jawa Timur menempati peringkat ketiga di Pulau Jawa dan se-Indonesia pada kuartal kedua 2025, dengan nilai PDRB ADHB Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 5.846,83 Rp miliar. Pertumbuhan dari kuartal pertama 2025 sebesar 2,22%, yang lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan tiga kuartal terakhir (3,05%). Nilai ini sedikit lebih rendah dari Jawa Barat, dengan selisih sebesar 532,75 Rp miliar. Peringkat Jawa Timur tetap stabil di posisi ketiga selama lima kuartal terakhir.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan menduduki peringkat pertama di Pulau Sulawesi dan peringkat keempat se-Indonesia pada kuartal kedua 2025, dengan nilai PDRB ADHB Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 4.734,30 Rp miliar. Pertumbuhan dari kuartal pertama 2025 sebesar 10,91%, yang merupakan pertumbuhan tertinggi kedua setelah Jawa Barat di antara lima provinsi teratas. Rata-rata pertumbuhan tiga kuartal terakhir sebesar 6,2%, sehingga pertumbuhan kuartal kedua 2025 melebihi rata-rata tersebut. Peringkat Sulawesi Selatan tetap stabil di posisi keempat selama tiga kuartal terakhir.
Jawa Tengah
Jawa Tengah berada di peringkat keempat di Pulau Jawa dan peringkat kelima se-Indonesia pada kuartal kedua 2025, dengan nilai PDRB ADHB Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 4.510,21 Rp miliar. Pertumbuhan dari kuartal pertama 2025 sebesar 2,01%, yang merupakan pertumbuhan terendah di antara lima provinsi teratas. Rata-rata pertumbuhan lima kuartal terakhir sebesar 2,8%, sehingga pertumbuhan kuartal kedua 2025 berada di bawah rata-rata tersebut. Peringkat Jawa Tengah tetap stabil di posisi kelima selama lima kuartal terakhir.