Menurut profil data pasien Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, mereka yang meninggal karena Covid-19 di provinsi Aceh paling banyak adalah penduduk dengan usia lebih dari 60 tahun sebanyak 49 persen. Setelahnya diikuti usia 46-59 tahun sebanyak 35,1 persen, 12,1 persen umur antara 31-45 tahun, 2,6 persen adalah usia pemuda antara 19-30 tahun, 0,8 persen umur antara 6-18 tahun dan sebanyak 0,5 persen masih kategori balita.
Angka kematian di provinsi Aceh ini, hingga Kamis, 16 September 2021, berjumlah 1,713 orang (4,7% dari total penduduk yang terkena Covid-19). Dibandingkan provinsi lain, tingkat kematian provinsi ini termasuk tinggi karena berada di urutan lima besar.
Total akumulatif dalam dua pekan terakhir, tren mingguan angka kematian di Aceh terlihat meningkat meski dengan selisih 0,1 poin. Kondisi ini ditunjukkan dengan rasio terakhir yang semakin tinggi dibandingkan pekan sebelumnya yang di angka 4,66 persen.
Saat menjalani perawatan, penduduk yang meninggal karena Covid-19 di wilayah ini, terdata memiliki penyakit penyerta. Dominan, penyakit yang diderita saat pemeriksaan yakni 6.5 persen ada riwayat diabetes melitus, 6.5 persen hipertensi, 2.5 persen memiliki penyakit jantung, 1.9 persen sakit gangguan imun dan 1.6 persen tercatat dengan riwayat penyakit paru obstruktif kronis.
Sedangkan dalam pemeriksaan awal, pasien Covid-19 di wilayah ini melaporkan gejala utama seperti sesak napas, batuk, lemas, demam dan riwayat demam.
Adapun perkembangan terkini akumulasi penduduk yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Aceh mencapai 36,185 orang. Penduduk yang dinyatakan telah sembuh di provinsi ini sebanyak 28,993 (80,4 persen).