Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja di sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial di Kabupaten Barito Kuala pada tahun 2024 sebanyak 2272 Pekerja. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 60.23% dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini berbanding terbalik dengan tahun 2023 yang mengalami penurunan turun 22.72%. Peningkatan ini juga terlihat dari peringkat Kabupaten Barito Kuala di tingkat pulau Kalimantan yang naik menjadi peringkat 27, serta peringkat nasional yang meningkat menjadi 278.
Secara historis, jumlah pekerja jasa kesehatan di Kabupaten Barito Kuala menunjukkan pola yang fluktuatif. Setelah mengalami penurunan berturut-turut dari tahun 2018 hingga 2020, jumlah pekerja kembali meningkat pada tahun 2021 dan 2022. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2024 dengan pertumbuhan mencapai 60.23%, sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2020 dengan penurunan turun 17.45%. Jika dibandingkan dengan rata-rata 3 tahun terakhir (2021-2023) sebesar 1512.33 Pekerja, jumlah pekerja pada tahun 2024 jauh lebih tinggi. Begitu pula jika dibandingkan dengan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 1541.8 Pekerja, tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Periode 2005 - 2024)
Namun, perlu dicatat bahwa data historis juga menunjukkan adanya anomali. Penurunan tajam pada tahun 2019 dan 2020 menjadi catatan penting. Meskipun demikian, pemulihan yang terjadi sejak tahun 2021 mengindikasikan adanya perbaikan dalam sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial di Kabupaten Barito Kuala. Kenaikan pada tahun 2024 menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor ini di masa mendatang.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Kalimantan, Kabupaten Barito Kuala menempati peringkat 27 untuk jumlah pekerja jasa kesehatan pada tahun 2024. Peringkat ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Berau menempati posisi yang lebih baik dengan jumlah pekerja masing-masing 2284 dan 2282 Pekerja. Namun, Kabupaten Barito Kuala berhasil mencatatkan pertumbuhan tertinggi di antara kabupaten/kota yang dibandingkan.
Secara keseluruhan, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah pekerja di sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial di Kabupaten Barito Kuala pada tahun 2024. Pertumbuhan ini menandakan adanya potensi positif dalam pengembangan sektor ini di wilayah tersebut. Meskipun terdapat fluktuasi data historis, tren positif yang terlihat sejak tahun 2021 memberikan harapan untuk pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang.
Kabupaten Nganjuk
Kabupaten Nganjuk menempati peringkat yang cukup baik, yakni 110 di tingkat pulau Jawa, dengan nilai 2299 Pekerja. Meskipun mengalami penurunan turun 58.19%, yang merupakan penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah pekerja masih tergolong tinggi. Pertumbuhan ini perlu menjadi perhatian, meskipun nilai masih yang tertinggi dibandingkan wilayah lain yang disajikan.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kabupaten Karawang pada 2024)
Kabupaten Bulungan
Kabupaten Bulungan menempati peringkat 25 di pulau Kalimantan dengan nilai 2284 Pekerja. Pertumbuhan sebesar 16.77% menunjukkan peningkatan positif dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan pertumbuhan ini, Kabupaten Bulungan berhasil meningkatkan posisinya dalam ranking di tingkat pulau. Kabupaten ini mengalami kenaikan jumlah pekerja jasa kesehatan, yang menjadi pertanda baik bagi sektor tersebut.
Kabupaten Berau
Kabupaten Berau berada tepat di bawah Kabupaten Bulungan, menduduki peringkat 26 di Kalimantan. Jumlah pekerja tercatat sebanyak 2282 Pekerja. Meski mengalami penurunan turun 18.47%, jumlah ini masih cukup tinggi dibandingkan dengan wilayah lain. Data pertumbuhan negatif ini perlu dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.
Kabupaten Sinjai
Kabupaten Sinjai berada di peringkat 39 di pulau Sulawesi. Nilai yang dicatatkan sebesar 2251 Pekerja. Terjadi penurunan turun 9.67%, yang perlu menjadi perhatian untuk perbaikan di masa mendatang. Data pertumbuhan ini menunjukkan adanya tantangan dalam menjaga stabilitas jumlah pekerja di sektor ini.
Kabupaten Mandailing Natal
Kabupaten Mandailing Natal berada di peringkat 67 di Sumatera. Pertumbuhan yang signifikan sebesar 46.51% mampu mendongkrak jumlah pekerja menjadi 2249 Pekerja. Peningkatan ini merupakan indikasi positif bagi perkembangan sektor jasa kesehatan. Ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh kabupaten ini dalam mengembangkan sektor kesehatan.
Kabupaten Natuna
Kabupaten Natuna menempati peringkat 68 di pulau Sumatera dengan jumlah pekerja sebanyak 2246 Pekerja. Pertumbuhan yang lebih tinggi sebesar 61% menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh kabupaten ini dalam mengembangkan sektor kesehatan. Kenaikan yang signifikan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan kebutuhan akan layanan kesehatan di wilayah ini.
Kabupaten Flores Timur
Kabupaten Flores Timur berada di peringkat 30 di Nusa Tenggara dan Bali dengan nilai 2246 Pekerja. Penurunan turun 16.85% menunjukkan bahwa perhatian lebih perlu diberikan untuk meningkatkan jumlah pekerja di sektor ini. Penurunan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk migrasi tenaga kerja atau perubahan kebijakan di sektor kesehatan.