Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Yalimo, pada 2024 mencapai Rp1,71 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 2,78% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp1,56 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 2,29%.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kabupaten Melawi pada 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 104,91 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp15.773 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 500.
Dari 14 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib menjadi unggulan.
Sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib di Kabupaten Yalimo merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2024 lalu dengan nilai mencapai Rp475,36 ribujuta. PDRB ini pertumbuhan negatif -1,24% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp447,91 ribujuta.
Selanjutnya sektor kedua untuk PDRB terbesar di Kabupaten Yalimo ini adalah sektor konstruksi tumbuh 4,31% menjadi Rp425,64 ribujuta, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 2,98% menjadi Rp377,58 ribujuta.
(Baca: PDRB ADHB di Kota Bukit Tinggi Menurut Sektor pada 2024)
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah jasa pendidikan dengan PDRB Rp65,55 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Yalimo pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Yalimo ini adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan kontribusi mencapai 26,26%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor konstruksi, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, dan sektor jasa pendidikan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Industri Pengolahan dan Sektor Informasi dan Komunikasi.