Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyampaikan, Indeks Menabung Konsumen (IMK) pada Desember 2025 berada di level 80,5 poin. Angka ini menguat sebesar 3,1 poin dari posisi bulan sebelumnya.
Penguatan IMK beriringan dengan peningkatan Indeks Kemampuan Menabung (IKPM) sebesar 0,4 poin ke posisi 66,3 pada Desember 2025. Selain itu, Indeks Kemauan Menabung (IKMM) meningkat sebesar 5,7 poin ke posisi 94,6 pada periode yang sama.
"Perkembangan ini mencerminkan kemauan menabung konsumen yang terus meningkat di tengah kemampuan menabung konsumen yang cenderung stabil, menyusul ekspektasi adanya pengeluaran tambahan untuk hari raya dan pendidikan," kata LPS dalam keterangan tertulisnya, 11 Januari 2026.
Komponen IKPM menguat sejalan dengan menurunnya porsi responden yang menilai bahwa jumlah yang ditabung lebih kecil dari yang direncanakan, yakni dari 54,7% di bulan November menjadi 53,5% di bulan Desember.
Pada periode yang sama, porsi responden yang menyatakan tidak pernah menabung turun dari 31,1% menjadi 31,0%.
(Baca: Warga RI Lebih Sering Belanja daripada Menabung dan Investasi pada 2025)
Sementara, pada turunan IKMM, terjadi kenaikan pada persentase responden yang menilai bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk menabung, yakni dari 26,3% pada November menjadi 29,7% pada Desember.
Ada juga responden yang menyatakan bahwa tiga bulan mendatang merupakan waktu yang tepat untuk menabung, naik dari 37,4% pada November menjadi 40,1% pada Desember.
Diukur secara rumah tangga (RT), kenaikan IMK paling besar terjadi pada kelompok RT berpendapatan di atas Rp1,5 juta–Rp3 juta/bulan (+6,3 poin), diikuti RT berpendapatan di atas Rp7 juta/bulan (+3,0 poin), dan RT berpendapatan di atas Rp3 juta–Rp7 juta/bulan (+1,7 poin).
Adapun IMK RT berpendapatan hingga Rp1,5 juta/bulan mengalami penurunan sebesar 2,2 poin dan berpendapatan di atas Rp7 juta/bulan tetap stabil di atas level 100.
(Baca: Niat Menabung Masyarakat Terus Turun hingga September 2025)