Jumlah pekerja di Kota Metro dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2022 tercatat 88.639 pekerja, pada 2023 kemudian turun menjadi 87.629 pekerja dan untuk 2024 tercatat sebanyak 90.116 pekerja.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Labuhan Batu Menurut Sektor pada 2024)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, menurut catatan BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Metro pada Desember 2024, bertambah 0,11% menjadi 3,71% dibandingkan dengan Desember 2023. Sementara dibanding Desember 2022, tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun karena sebelumnya tercatat 4,34%.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Naiknya tingkat pengangguran terbuka (TPT) tak terlepas dari data jumlah angkatan kerja di wilayah ini. Jumlah angkatan kerja di Kota Metro dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2022 tercatat 92.664 pekerja, pada 2023 kemudian mengalami penurunan menjadi 90.899 pekerja dan untuk 2024 tercatat sebanyak 93.584 pekerja.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 270 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Metro tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 4,88 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,86 persen.
Data Kependudukan di Kota Metro:
Jumlah penduduk di Kota Metro tercatat 180,28 ribu jiwa data per 2024. Dalam 13 tahun terakhir, jumlah penduduk terus mengalami kenaikan. Selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) jumlah penduduk di wilayah ini sebesar 1,76%. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan lima tahun sebelumnya yang tercatat 1,2%.
(Baca: 7,24% Penduduk di Kabupaten Pelalawan Masuk Kategori Miskin)
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di provinsi Lampung, jumlah penduduk Kota Metro berada di urutan 14, sementara jika dilihat menurut pulau, kabupaten/kota ini ada di urutan 117.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kota Metro pada Juni 2024 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 10,76 ribu jiwa (5,97%)
- Umur 5-9 tahun 14,67 ribu jiwa (8,14%)
- Umur 10-14 tahun 15,42 ribu jiwa (8,56%)
- Umur 15-19 tahun 14,24 ribu jiwa (7,9%)
- Umur 20-24 tahun 14,28 ribu jiwa (7,92%)
- Umur 25-29 tahun 14,51 ribu jiwa (8,05%)
- Umur 30-34 tahun 13,71 ribu jiwa (7,6%)
- Umur 35-39 tahun 13,1 ribu jiwa (7,27%)
- Umur 40-44 tahun 13,55 ribu jiwa (7,52%)
- Umur 45-49 tahun 13,26 ribu jiwa (7,36%)
- Umur 50-54 tahun 11,78 ribu jiwa (6,53%)
- Umur 55-59 tahun 10,03 ribu jiwa (5,57%)
- Umur 60-64 tahun 7,61 ribu jiwa (4,22%)
- Umur 65-69 tahun 5,72 ribu jiwa (3,18%)
- Umur 70-74 tahun 3,69 ribu jiwa (2,05%)
- Umur lebih dari 75 tahun 3,94 ribu jiwa (2,19%)