Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Makassar Naik 2,87% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 20/03/2026 08:35 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan sebesar 6,84% pada 2025.

Angka tersebut naik 2,87% dari tahun sebelumnya sebesar 3,97%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 1,38%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kota Makassar lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kota Makassar yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 6,84% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 23 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Selatan, PoU di Kota Makassar ada di urutan ke-17. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan (2,9%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Jeneponto (12,74%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Selatan pada 2025.

  1. Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan: 2,9%
  2. Kota Palopo: 3,16%
  3. Kota Parepare: 3,34%
  4. Kabupaten Toraja Utara: 3,45%
  5. Kabupaten Enrekang: 3,85%
  6. Kabupaten Bulukumba: 3,89%
  7. Kabupaten Luwu Timur: 4,15%
  8. Kabupaten Bantaeng: 4,22%
  9. Kabupaten Luwu Utara: 4,63%
  10. Kabupaten Luwu: 4,86%

(Baca: Seluruh Kelompok Pendidikan Optimistis dengan Lapangan Kerja pada Akhir 2025)

Data Stories Terkini

Data Populer

Loading...