- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli (PPP) Aruba pada 2024 sebesar 1.34 unit, mengalami penurunan turun 0.74% dibanding tahun sebelumnya (2023: 1.35 unit). Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), Aruba mengalami kontraksi pada 2022 (-3.74%, artinya nilai PDB PPP turun secara signifikan), pemulihan positif pada 2023 (3.05%), dan kembali kontraksi kecil pada 2024. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir turun 0.48%, sehingga pertumbuhan 2024 lebih buruk dari rata-rata tersebut. Sementara rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) turun 0.76%, sehingga pertumbuhan 2024 hampir sama dengan rata-rata lima tahun tersebut, masih dalam zona negatif.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kep. Riau 2015 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Aruba terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Selama 10 tahun terakhir (2015-2024), pertumbuhan tertinggi PDB PPP Aruba terjadi pada 2015 sebesar 5.82%, sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada 2022 turun 3.74%. Anomali tercatat pada periode 2020-2022, di mana Aruba mengalami tiga tahun berturut-turut pertumbuhan negatif (-0.77%, -3.4%, -3.74%), berbeda dengan tren 10 tahun lainnya yang sebagian besar tahun memiliki pertumbuhan positif kecuali beberapa tahun dengan penurunan kecil.
Berdasarkan data IMF, peringkat PDB PPP Aruba di wilayah Karibia tetap berada di posisi ke-12 selama 10 tahun terakhir (2015-2024), tidak ada perubahan peringkat dibanding tahun sebelumnya. Peringkat ini menempatkan Aruba di bawah negara seperti Trinidad dan Tobago (peringkat 4), Barbados (5), dan Antigua dan Barbuda (6), serta di atas negara seperti Saint Lucia (10), Dominika (11), dan Grenada (8) di wilayah yang sama.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Lesotho 2015 - 2024)
IMF memberikan proyeksi PDB PPP Aruba untuk periode 2025-2030. Pada 2025, proyeksi nilai sebesar 1.329 unit dengan pertumbuhan -1.04% (kontraksi lebih besar dibanding 2024), artinya nilai PDB PPP akan turun lebih lanjut. Tahun 2026 akan mengalami kontraksi kecil lagi (-0.3%) menjadi 1.325 unit, mulai 2027 akan terjadi pertumbuhan positif kecil (0.15%) yang tetap stabil hingga 2030. Proyeksi menunjukkan kondisi ekonomi Aruba akan memburuk di 2025 sebelum memulai pemulihan kecil di tahun-tahun berikutnya.
Dalam perbandingan dengan negara Karibia lain, Aruba berada di posisi bawah dalam hal pertumbuhan PDB PPP pada tahun terakhir. Jamaika dengan pertumbuhan 3.74% dan Haiti dengan pertumbuhan 26.05% (angka tinggi akibat basis ekonomi yang rendah) berada di peringkat teratas. Aruba’s pertumbuhan negatif (-0.74%) hanya lebih baik dari Puerto Rico (-0.78%), Bahama (-1.43%), Saint Lucia (-2.34%), Trinidad dan Tobago (-3.60%), dan Grenada (-0.99%) di wilayah Karibia.