Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Tasikmalaya pada Desember 2025, berkurang 0,05 persen menjadi 3,69 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Sementara dibanding Desember 2023, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 3,89 persen .
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kota Langsa | 2024)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Besarnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) dalam lima semester terakhir, pernah berada di titik tertinggi pada 2020 sebesar 7,12% dan terendah pernah tercatat pada 2025 silam sebesar 3,69%.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Simeulue 5,31 Persen)
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 281 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Tasikmalaya mengalami trend kenaikan dalam 18 tahun terakhir dan berlanjut pasca covid. Dalam enam tahun terakhir, jumlah angkatan kerja juga ikut tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 1,01 juta pekerja, kemudian jumlahnya naik dari tahun sebelumnya sebanyak 15.994 pekerja menjadi 1,04 juta pekerja pada tahun 2025.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Tasikmalaya dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 970,6 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 987,17 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 1,02 juta pekerja.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Tasikmalaya tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 5,31 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,64 persen .
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Jawa Barat pada 2025 yakni :
- Kabupaten Bekasi 8,78 persen
- Kota Cimahi 8,75 persen
- Kota Sukabumi 8,21 persen
- Kabupaten Karawang 7,99 persen
- Kota Bogor 7,95 persen
- Kabupaten Bogor 7,69 persen
- Kabupaten Kuningan 7,59 persen
- Kabupaten Purwakarta 7,55 persen
- Kota Bekasi 7,35 persen
- Kota Bandung 7,24 persen
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Pangandaran 1,92 persen
- Kabupaten Majalengka 3,62 persen
- Kabupaten Tasikmalaya 3,69 persen
- Kabupaten Ciamis 4,08 persen
- Kota Banjar 5,27 persen
- Kabupaten Sumedang 6,08 persen
- Kabupaten Cianjur 6,18 persen
- Kota Cirebon 6,41 persen
- Kabupaten Cirebon 6,42 persen
- Kota Tasikmalaya 6,43 persen