Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kota Lubuk Linggau Sumatera Selatan tahun 2025. Persentase penduduk miskin wilayah ini tercatat 10,49 persen, turun sebesar 0,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selama satu tahun jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 1.300 jiwa, dengan total penduduk tercatat 251.116 jiwa.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Sulawesi Tengah 2025: Kenaikan Jadi Rp1,26 Juta per Bulan)
Sepanjang periode pencatatan 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini mencapai nilai tertinggi pada tahun 2008 sebesar 17,36 persen. Tahun 2025 menjadi catatan persentase kemiskinan terendah selama 21 tahun pencatatan. Posisi ranking nasional persentase kemiskinan saat ini berada di urutan 195 dari seluruh 514 kabupaten/kota di Indonesia.
Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir, angka 10,49 persen 2025 menunjukkan penurunan sebesar 1,98 poin persen. Untuk rata-rata 5 tahun terakhir, penurunan tercatat sebesar 2,31 poin persen. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah tercatat pada tahun 2024 dengan penurunan 11,94 persen, sedangkan pertumbuhan tertinggi terjadi tahun 2008 dengan kenaikan 21,82 persen.
Kabupaten Empat Lawang
Berada di urutan 196 ranking nasional persentase kemiskinan, hanya selisih satu peringkat tepat dibawah Kota Lubuk Linggau. Wilayah ini mencatatkan 10,48 persen penduduk miskin, dengan penurunan sedikit sebesar 2,78 persen dibanding tahun sebelumnya. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 440,41 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 21,15 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini berjumlah 27.880 jiwa dengan total penduduk mencapai 265.971 jiwa.
Kabupaten Musi Banyuasin
Ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 222, dengan angka kemiskinan tercatat 9,97 persen. Wilayah ini mencatatkan penurunan persentase kemiskinan terbesar diantara kelompok wilayah perbandingan yaitu sebesar 22,59 persen. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 150,06 juta rupiah per tahun, menjadi yang tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 627,09 ribu rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Inflasi Pakaian dan Alas Kaki di Kabupaten Gunung Kidul Juli 2026 0,23%)
Kabupaten Musi Rawas
Posisi ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 133, dengan angka kemiskinan tercatat 12,67 persen. Penurunan persentase kemiskinan tahun ini tercatat sebesar 5,73 persen. Pendapatan per kapita masyarakat di wilayah ini tercatat 65,50 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan ditetapkan sebesar 616,30 ribu rupiah per kapita per bulan. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 54.700 jiwa, hampir dua kali lipat dibandingkan jumlah penduduk miskin Kota Lubuk Linggau.
Kabupaten Ogan Ilir
Menempati urutan 155 ranking nasional persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka kemiskinan 11,69 persen. Penurunan persentase kemiskinan terjadi sebesar 4,96 persen pada tahun berjalan. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 614,66 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 37,00 juta rupiah per tahun. Total penduduk wilayah ini mencapai 455.042 jiwa, hampir dua kali lipat total penduduk Kota Lubuk Linggau.
Kabupaten Ogan Komering Ilir
Ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 152, dengan angka kemiskinan tercatat 11,84 persen. Penurunan persentase kemiskinan terjadi sebesar 1,99 persen, menjadi penurunan terkecil diantara seluruh wilayah perbandingan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 62,41 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan ditetapkan sebesar 493,78 ribu rupiah per kapita per bulan. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 105.260 jiwa, menjadi jumlah terbanyak di kelompok perbandingan.
Kabupaten Ogan Komering Ulu
Posisi ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 216, dengan angka kemiskinan tercatat 10,08 persen. Penurunan persentase kemiskinan tahun ini tercatat sebesar 5,62 persen. Pendapatan per kapita masyarakat di wilayah ini tercatat 57,54 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan ditetapkan sebesar 588,23 ribu rupiah per kapita per bulan. Jumlah penduduk di wilayah ini mencapai 392.778 jiwa, 56 persen lebih besar dibandingkan total penduduk Kota Lubuk Linggau.