Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kota Lubuk Linggau periode semester 2025 sebesar 10,49 persen. Angka ini turun sebesar 0,65 poin dari tahun sebelumnya yang tercatat 11,14 persen, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 1.300 jiwa menjadi total 26.350 jiwa. Secara nasional wilayah ini menempati urutan 195 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat | 2004 - 2025)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2008 sebesar 17,36 persen. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2008 sebesar 21,82 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2024 sebesar 11,94 persen. Posisi rank nasional wilayah ini berfluktuasi antara urutan 164 sampai 267 selama periode observasi.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir tercatat 11,42 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 12,04 persen. Nilai tahun 2025 saat ini tercatat lebih rendah dibandingkan kedua rata-rata tersebut. Sepanjang 21 tahun data yang terekam, terlihat terjadi penurunan secara bertahap setelah tahun 2015 meskipun pernah terjadi kenaikan pada tahun 2021.
Kabupaten Empat Lawang
Berada di urutan 196 nasional, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan 10,48 persen atau hanya berbeda 0,01 poin dibawah Kota Lubuk Linggau. Jumlah penduduk miskin tercatat 27.880 jiwa dengan penurunan sedikit sebesar 1,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 440,41 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 21,15 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Musi Banyuasin
Pada urutan 222 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 9,97 persen dengan penurunan sebesar 22,59 persen menjadi penurunan terbesar dibanding seluruh wilayah perbandingan. Jumlah penduduk miskin mencapai 69.610 jiwa, menjadi jumlah terbanyak di kelompok wilayah ini. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 150,06 juta rupiah per tahun, dan garis kemiskinan tercatat 627,09 ribu rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Gorontalo Desember 2025: Naik Jadi Rp.495,58 Ribu per Kapita/Bulan)
Kabupaten Musi Rawas
Menempati urutan 133 nasional, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan 12,67 persen dengan penurunan sebesar 5,73 persen dibandingkan tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 54.700 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 65,50 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 616,30 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Ogan Ilir
Urutan 155 secara nasional menjadi posisi wilayah ini, dengan persentase kemiskinan tercatat 11,69 persen dan penurunan sebesar 4,96 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 53.210 jiwa. Masyarakat di wilayah ini memiliki pendapatan per kapita 37,00 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 614,66 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Ogan Komering Ilir
Berada di urutan 152 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 11,84 persen dengan penurunan sedikit sebesar 1,99 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 105.260 jiwa menjadi jumlah terbanyak di seluruh wilayah perbandingan. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar 62,41 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan 493,78 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Ogan Komering Ulu
Pada urutan 216 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,08 persen dengan penurunan sebesar 5,62 persen pada periode tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 39.580 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 57,54 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 588,23 ribu rupiah per kapita per bulan.