Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengalami inflasi tahunan 3,48% (year-on-year/yoy) pada Maret 2026.
Laju inflasi ini menurun dibanding Februari 2026 yang mencapai 4,76% (yoy), tapi masih tergolong tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya.
Sejak Mei 2024 sampai Desember 2025, laju inflasi tahunan Indonesia selalu di bawah 3% (yoy), seperti terlihat pada grafik.
Menurut BPS, inflasi Januari—Maret 2026 yang tergolong tinggi dipengaruhi low base effect, atau efek dari rendahnya angka pembanding pada periode serupa tahun lalu.
Sebeumnya, pada Januari-Februari 2025 pemerintah menerapkan kebijakan diskon tarif listrik, sehingga level harga saat itu di bawah tren normal dan menekan Indeks Harga Konsumen (IHK).
"Kalau di Januari dan Februari pengaruhnya cukup lumayan, Maret ini pengaruh low base effect mulai sedikit," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).
Berikut daftar kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi atau kenaikan harga secara tahunan pada Maret 2026, diurutkan dari yang inflasinya tertinggi:
- Perawatan pribadi dan jasa lainnya: 15,32% (yoy)
- Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: 7,24% (yoy)
- Makanan, minuman, dan tembakau: 3,34% (yoy)
- Kesehatan: 1,49% (yoy)
- Penyediaan makanan dan minuman/restoran: 1,42% (yoy)
- Pendidikan: 1,14% (yoy)
- Rekreasi, olahraga, dan budaya: 1,08% (yoy)
- Pakaian dan alas kaki: 0,65% (yoy)
- Transportasi: 0,61% (yoy)
- Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga: 0,24% (yoy)
Sementara, hanya ada satu kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi atau penurunan harga secara tahunan pada Maret 2026, yaitu informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang turun 0,03% (yoy).
Komoditas yang mengalami inflasi atau kenaikan harga tahunan pada Maret 2026 adalah daging ayam ras, ikan segar, beras, sigaret kretek mesin (SKM), telur ayam ras, sigaret kretek tangan (SKT), minyak goreng, jeruk, tomat, daging sapi, dan udang basah.
Inflasi tahunan juga terjadi pada tarif listrik, sewa rumah, mobil, angkutan udara, sepeda motor, akademi/perguruan tinggi, sekolah dasar, nasi dengan lauk, dan emas perhiasan.
Sedangkan komoditas yang mengalami deflasi atau penurunan harga tahunan pada Maret 2026 adalah cabai merah, bawang putih, cabai rawit, kentang, bawang merah, wortel, daging babi, sabun detergen bubuk, pengharum cucian, detergen cair, bensin, tarif jalan tol, telepon seluler, dan sekolah menengah atas.
Pada Maret 2026, seluruh atau 38 provinsi Indonesia mengalami inflasi tahunan. Inflasi tertinggi terjadi di Aceh dengan laju 5,31% (yoy) dan terendah di Lampung 1,16% (yoy).
(Baca: Sebelum Demo Besar Pecah, Iran Dilanda Inflasi Tinggi)