Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meresmikan pembentukan Board of Peace atau Dewan Perdamaian pada Kamis (22/1/2026).
Menurut kantor kepresidenan AS, The White House, Dewan Perdamaian ini adalah organisasi internasional yang berkomitmen membangun masa depan yang aman dan sejahtera bagi Gaza, Palestina.
The White House menyatakan, Dewan Perdamaian siap memobilisasi sumber daya global, menegakkan akuntabilitas, serta memandu demiliterisasi, reformasi tata pemerintahan, dan pembangunan berskala besar di Gaza.
"Dewan Perdamaian ini berpeluang menjadi salah satu badan paling berpengaruh yang pernah dibentuk, dan merupakan kehormatan besar bagi saya untuk menjabat sebagai ketuanya," kata Presiden AS Donald Trump dalam siaran pers, Kamis (22/1/2026).
"Bersama-sama, kita berada dalam posisi dengan kesempatan yang kredibel, untuk mengakhiri penderitaan selama beberapa dekade, menghentikan kebencian dan pertumpahan darah selama beberapa generasi, serta menciptakan perdamaian yang indah, abadi, dan mulia bagi kawasan tersebut," ujarnya.
(Baca: AS akan Beri Bantuan Militer untuk Israel sampai 2028)
Menurut laporan kantor berita AS, Associated Press, pada hari pertama peresmian Dewan Perdamaian, ada 22 negara selain AS yang menyatakan akan bergabung sebagai anggota, salah satunya Indonesia.
Di antara negara-negara anggota organisasi ini, AS memiliki perekonomian terbesar.
Berdasarkan proyeksi International Monetary Fund (IMF), jika dihitung dengan metode purchasing power parity (PPP), nilai produk domestik bruto (PDB) AS pada 2025 mencapai $30,62 triliun PPP, setara 14,7% dari total perekonomian global.
Kemudian perekonomian Indonesia terbesar kedua, dengan proyeksi nilai PDB $5,02 triliun PPP, setara 2,4% dari PDB global.
Jika digabung, AS dan seluruh anggota Dewan Perdamaian diproyeksikan memiliki PDB $54,36 triliun PPP pada 2025, setara 26% dari total perekonomian global.
Berikut daftar negara-negara yang bergabung dalam Dewan Perdamaian berdasarkan pemberitaan Associated Press, beserta nilai PDB-nya menurut proyeksi IMF Oktober 2025:
- Amerika Serikat: $30,62 triliun PPP (14,7% dari PDB global)
- Indonesia: $5,02 triliun PPP (2,4%)
- Turki: $3,77 triliun PPP (1,8%)
- Arab Saudi: $2,69 triliun PPP (1,3%)
- Mesir: $2,38 triliun PPP (1,1%)
- Vietnam: $1,81 triliun PPP (0,9%)
- Pakistan: $1,67 triliun PPP (0,8%)
- Argentina: $1,49 triliun PPP (0,7%)
- Uni Emirat Arab: $935,45 miliar PPP (0,4%)
- Kazakhstan: $912,59 miliar PPP (0,4%)
- Uzbekistan: $473,49 miliar PPP (0,2%)
- Hungaria: $460,38 miliar PPP (0,2%)
- Maroko: $431,32 miliar PPP (0,2%)
- Qatar: $380,19 miliar PPP (0,2%)
- Belarus: $309,59 miliar PPP (0,1%)
- Azerbaijan: $270,50 miliar PPP (0,1%)
- Bulgaria: $266,03 miliar PPP (0,1%)
- Yordania: $131,71 miliar PPP (0,06%)
- Bahrain: $112,22 miliar PPP (0,05%)
- Armenia: $74,41 miliar PPP (0,04%)
- Mongolia: $73,03 miliar PPP (0,03%)
- Albania: $62,87 miliar PPP (0,03%)
- Kosovo: $32,17 miliar PPP (0,02%)
(Baca: 10 Negara Eksportir Senjata Terbesar di Dunia)