Biaya logistik di Indonesia tergolong mahal dibanding negara-negara maju.
Hal ini terlihat dari rasio biaya logistik terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang jauh lebih tinggi.
(Baca: Rasio Biaya Logistik terhadap PDB Indonesia Menurun Periode 2005-2022)
Berdasarkan Perpres Nomor 26 Tahun 2012, "logistik" adalah bagian dari rantai pasok yang menangani arus barang, arus informasi, dan arus uang melalui proses pengadaan, penyimpanan, transportasi, distribusi, dan layanan pengantaran dari titik asal sampai titik tujuan.
Menurut Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, logistik memiliki sejumlah komponen biaya, yaitu:
- Biaya transportasi: Biaya pengangkutan barang menggunakan alat transportasi.
- Biaya pergudangan: Biaya penyimpanan barang di gudang, termasuk biaya operasional fasilitas penyimpanan.
- Biaya penyimpanan persediaan: Biaya yang muncul karena barang disimpan di gudang, seperti biaya modal tertahan, bunga, pajak, asuransi, serta risiko barang rusak atau tidak laku terjual.
- Biaya administrasi: Biaya aktivitas manajerial, perencanaan, pengendalian, dan koordinasi sistem logistik.
Merujuk data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pada tahun 2022, total biaya logistik di Indonesia mencapai 14,29% dari produk domestik bruto (PDB) nasional.
Angka tersebut hampir dua kali lipat lebih tinggi dari rasio biaya serupa di Kanada, Amerika Serikat, Prancis, Italia, Jepang, Spanyol, Jerman, dan Inggris Raya.
Menurut data lembaga riset Armstrong & Associates, negara-negara maju tersebut memiliki rasio biaya logistik terhadap PDB di kisaran 7,5% sampai 8,5% pada 2023.
Sehubungan dengan kondisi ini, pemerintah Indonesia berupaya menurunkan biaya logistik dalam beberapa tahun ke depan, supaya harga-harga produk bisa lebih terjangkau.
"Kami baru akan menargetkan [rasio biaya logistik turun] dari 14,29 persen menjadi 12 persen di tahun 2029," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, diberitakan Antara (4/11/2025).
(Baca: Berapa Porsi Biaya Logistik dalam Harga Barang di Indonesia?)