Transportasi dan pergudangan menjadi sektor usaha dengan peningkatan kontribusi terbesar bagi produk domestik bruto (PDB) Indonesia dalam 15 tahun terakhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor transportasi dan pergudangan terhadap PDB meningkat 2,59 poin persentase, dari 3,57% pada 2010 menjadi 6,16% pada 2025.
Perkembangan ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, pertumbuhan perdagangan berbasis digital, serta ekspansi infrastruktur logistik di berbagai wilayah.
(Baca: Biaya Logistik Indonesia Tinggi, Hampir 2 Kali Lipat Negara Maju)
Ada juga sejumlah sektor usaha lain yang kontribusinya terhadap PDB berkurang dalam 15 tahun terakhir.
Penurunan paling dalam terjadi di sektor industri pengolahan yang kontribusinya menyusut 2,97 poin persentase, dari 22,04% pada 2010 menjadi 19,07% pada 2025.
Ini daftar lengkap perubahan kontribusi sektor usaha terhadap PDB Indonesia selama periode 2010–2025:
Sektor dengan peningkatan kontribusi:
- Transportasi dan Pergudangan: naik 2,59 poin persentase menjadi 6,16% (pada 2025)
- Konstruksi: naik 0,70 poin persentase menjadi 9,83%
- Informasi dan Komunikasi: naik 0,67 poin persentase menjadi 4,40%
- Jasa Lainnya: naik 0,67 poin persentase menjadi 2,14%
- Jasa Keuangan dan Asuransi: naik 0,62 poin persentase menjadi 4,11%
- Jasa Perusahaan: naik 0,54 poin persentase menjadi 1,98%
- Jasa Kesehatan dan Sosial: naik 0,29 poin persentase menjadi 1,26%
Sektor dengan penurunan kontribusi:
- Pengadaan Air dan Pengelolaan Sampah: turun 0,03 poin persentase menjadi 0,06% (pada 2025)
- Pengadaan Listrik dan Gas: turun 0,06 poin persentase menjadi 1,00%
- Jasa Pendidikan: turun 0,14 poin persentase menjadi 2,80%
- Akomodasi dan Makan Minum: turun 0,24 poin persentase menjadi 2,68%
- Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Kendaraan: turun 0,29 poin persentase menjadi 13,17%
- Real Estat: turun 0,65 poin persentase menjadi 2,24%
- Administrasi Pemerintahan dan Pertahanan: turun 0,78 poin persentase menjadi 3,00%
- Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan: turun 0,83 poin persentase menjadi 13,10%
- Pertambangan dan Penggalian: turun 1,71 poin persentase menjadi 8,75%
- Industri Pengolahan: turun 2,97 poin persentase menjadi 19,07%
Sepanjang tahun 2025, nilai PDB Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp23,82 kuadriliun.
Sedangkan nilai PDB atas dasar harga konstan (ADHK) tahun 2025 sebesar Rp13,58 kuadriliun, tumbuh 5,11% dibanding tahun sebelumnya.
(Baca: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sedikit Menguat pada 2025)