Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Sleman, pada 2024 mencapai Rp63,68 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,19% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp59,41 juta .
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 1,12 juta jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp54.501 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 229.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor industri pengolahan menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor industri pengolahan. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp7,88 jutajuta. PDRB ini tumbuh 2,88%.
Selanjutnya di posisi kedua adalah sektor konstruksi tumbuh 11,53% menjadi Rp7,55 jutajuta, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 8,56% menjadi Rp6,79 jutajuta.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Maybrat Menurut Sektor pada 2024)
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah informasi dan komunikasi dengan PDRB Rp6,35 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Sleman pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Sleman ini adalah sektor informasi dan komunikasi dengan kontribusi mencapai 14,65%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor konstruksi, sektor industri pengolahan, sektor jasa pendidikan, dan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Lainnya,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.