Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2024 sebesar 10,49%. Angka ini sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 10,52%. Jumlah penduduk miskin tercatat 179.700 jiwa dari total penduduk 1.878.507 jiwa.
Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah penduduk miskin mengalami kenaikan sebanyak 270 jiwa, atau tumbuh 0,15%. Pertumbuhan ini menempatkan Kabupaten Bandung Barat pada peringkat ke-24 secara nasional. Sementara persentase kemiskinan berada di peringkat ke-225 se-Indonesia.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Malinau Menurut Sektor pada 2024)
Data historis menunjukkan fluktuasi angka kemiskinan di Kabupaten Bandung Barat. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2007 sebesar 18,7%, sedangkan terendah pada tahun 2019 sebesar 9,38%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2020 sebesar 11,83%, dan terendah pada tahun 2009 turun 8,97%. Jika dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), angka kemiskinan saat ini lebih rendah. Namun, jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024), angka kemiskinan saat ini sedikit lebih tinggi.
Di Jawa Barat, Kabupaten Bandung Barat memiliki persentase kemiskinan yang berdekatan dengan beberapa kabupaten/kota lain seperti Kabupaten Cianjur (10,14%), Kabupaten Cirebon (11%), Kabupaten Garut (9,68%), Kabupaten Majalengka (10,82%), Kabupaten Tasikmalaya (10,23%), dan Kota Tasikmalaya (11,1%).
Kabupaten Cianjur
Dengan persentase kemiskinan 10,14%, Kabupaten Cianjur berada di urutan ke-237 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 239.300 jiwa dari total penduduk 2.584.735 jiwa. Garis kemiskinan di Kabupaten Cianjur adalah Rp 466.509 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 24,914 juta per tahun. Pertumbuhan penduduknya 2,71%.
Kabupaten Cirebon
Kabupaten Cirebon mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 11%, menduduki peringkat ke-202 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 245.920 jiwa dari total 2.452.563 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp 475.046 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp 28,140 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk tercatat 1,31%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bangka Barat Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Garut
Kabupaten Garut memiliki persentase kemiskinan 9,68% dan berada di urutan 247 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 259.320 jiwa dari total penduduk 2.790.435 jiwa. Garis kemiskinan di Garut adalah Rp 393.464 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 29,012 juta per tahun. Pertumbuhan penduduknya lebih rendah, hanya 0,72%.
Kabupaten Majalengka
Dengan persentase kemiskinan 10,82%, Kabupaten Majalengka berada di peringkat 208 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskinnya 134.580 jiwa dari total penduduk 1.364.891 jiwa. Garis kemiskinan di Majalengka mencapai Rp 547.912 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakatnya adalah Rp 34,234 juta per tahun. Kabupaten ini mengalami pertumbuhan penduduk 1,45%.
Kabupaten Tasikmalaya
Kabupaten Tasikmalaya mencatatkan persentase kemiskinan 10,23% dan berada di urutan 233 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskinnya 186.750 jiwa dari total penduduk 1.973.411 jiwa. Garis kemiskinan di Tasikmalaya adalah Rp 400.148 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakatnya adalah Rp 25,916 juta per tahun. Pertumbuhan penduduknya 1,33%.
Kota Tasikmalaya
Kota Tasikmalaya memiliki persentase kemiskinan 11,1%, menempatkannya di urutan 201 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin 76.710 jiwa dari total penduduk 761.080 jiwa. Garis kemiskinan di kota ini adalah Rp 565.377 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 39,445 juta per tahun. Pertumbuhan penduduknya tercatat 1,13%.