Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Persentase penduduk miskin sedikit turun menjadi 6,74 persen dari 6,8 persen tahun sebelumnya, dengan jumlah penduduk miskin sedikit naik menjadi 20.010 orang. Total penduduk kabupaten ini naik 1,87 persen menjadi 312.363 jiwa, menempatkannya peringkat 366 se-Indonesia dan 116 di Pulau Sumatera untuk persentase kemiskinan.
(Baca: BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Sulawesi Utara Naik 0,31%(Data Desember 2025))
Dari data historis 2004-2024, persentase kemiskinan tertinggi terjadi di 2006 sebesar 18,34 persen, sedangkan terendah di tahun 2024. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi 18,23 persen di 2005 dan terendah -19,42 persen di 2008. Rata-rata 3 tahun terakhir (6,8 persen) lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (6,99 persen). Peringkat se-Indonesia bergeser dari 257 di 2004 ke 366 di 2024, menunjukkan kondisi kemiskinan menjadi lebih baik.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Sumatera Barat, persentase kemiskinan Kabupaten Pasaman (6,74 persen) berada di antara Kabupaten Agam (6,83 persen) dan Kabupaten Padang Pariaman (6,27 persen). Jumlah penduduk miskinnya lebih rendah dari Kabupaten Pasaman Barat dan Agam, tapi lebih tinggi dari Kabupaten Solok Selatan.
Kabupaten Lima Puluh Kota
Berada di peringkat 355 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan 6,92 persen, jumlah penduduk miskin 27.720 orang (pertumbuhan 2,59 persen). Penduduk total 400.795 jiwa, pendapatan per kapita tahunan Rp51,99 juta, garis kemiskinan Rp582,79 ribu per kapita per bulan dengan pertumbuhan 5,37 persen.
Kabupaten Padang Pariaman
Peringkat 391 se-Indonesia, persentase kemiskinan 6,27 persen dengan pertumbuhan sedikit turun 0,63 persen. Jumlah penduduk miskin 26.760 orang, total penduduk 457.532 jiwa. Pendapatan per kapita tahunan Rp58,39 juta, garis kemiskinan Rp580,39 ribu per kapita per bulan dengan pertumbuhan 5,88 persen.
(Baca: Produk Utama yang Diimpor Indonesia dari Portugal pada 2023)
Kabupaten Pasaman Barat
Peringkat 213 se-Indonesia untuk jumlah penduduk miskin 34.600 orang, persentase kemiskinan 7 persen dengan pertumbuhan 3,22 persen. Penduduk total 449.677 jiwa, pendapatan per kapita tahunan Rp46,26 juta, garis kemiskinan Rp657,35 ribu per kapita per bulan (tertinggi di tetangga) dengan pertumbuhan 10,25 persen.
Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung
Peringkat 408 se-Indonesia, persentase kemiskinan terendah di tetangga (5,78 persen) dengan pertumbuhan sedikit turun 0,2 persen. Jumlah penduduk miskin 14.990 orang, total penduduk 245.936 jiwa. Pendapatan per kapita tahunan Rp50,61 juta, garis kemiskinan Rp565,07 ribu per kapita per bulan dengan pertumbuhan 6,73 persen.
Kabupaten Solok Selatan
Peringkat 418 se-Indonesia untuk jumlah penduduk miskin 12.330 orang, persentase kemiskinan 6,56 persen dengan pertumbuhan 3,53 persen. Penduduk total 181.869 jiwa, pendapatan per kapita tahunan Rp38,91 juta (terendah di tetangga), garis kemiskinan Rp551,34 ribu per kapita per bulan dengan pertumbuhan 6,85 persen.
Kabupaten Agam
Peringkat 212 se-Indonesia untuk jumlah penduduk miskin 34.820 orang, persentase kemiskinan 6,83 persen dengan pertumbuhan 4,22 persen. Penduduk total 532.178 jiwa (tertinggi di tetangga), pendapatan per kapita tahunan Rp50,02 juta, garis kemiskinan Rp558,96 ribu per kapita per bulan dengan pertumbuhan 5,41 persen.