Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Pasaman pada tahun 2024 sebesar 6,74%, sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6,8%. Meski demikian, jumlah penduduk miskin justru naik menjadi 20.010 jiwa dari 19.990 jiwa. Kenaikan jumlah penduduk miskin ini terjadi seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Kabupaten Pasaman menjadi 312.363 jiwa.
Secara historis, persentase kemiskinan di Kabupaten Pasaman mengalami fluktuasi selama periode 2004-2024. Persentase tertinggi terjadi pada tahun 2006, yaitu 18,34%, sementara terendah pada tahun 2024 yaitu 6,74%. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi tercatat pada tahun 2005 sebesar 18,23%, sedangkan pertumbuhan terendah pada tahun 2007 turun 19,42%. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 6,79%, angka kemiskinan tahun 2024 sedikit lebih rendah. Namun, jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 7,05%, angka kemiskinan tahun ini masih lebih rendah. Secara nasional, Kabupaten Pasaman berada di urutan ke-366 dalam hal persentase kemiskinan.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kota Jakarta Pusat 2016-2025)
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Sumatera Barat, Kabupaten Pasaman memiliki persentase kemiskinan yang berdekatan dengan Kabupaten Lima Puluh Kota (6,92%), Kabupaten Padang Pariaman (6,27%), Kabupaten Pasaman Barat (7%), Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung (5,78%), Kabupaten Solok Selatan (6,56%), dan Kabupaten Agam (6,83%).
Kabupaten Lima Puluh Kota
Kabupaten Lima Puluh Kota mencatatkan persentase kemiskinan 6,92%, menempatkannya di urutan ke-355 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 27.720 jiwa dengan pertumbuhan 2,59%. Jumlah penduduk tercatat sebanyak 400.795 jiwa. Garis kemiskinan di daerah ini sebesar Rp 582.794 atau Rp 582,79 ribu per kapita per bulan, tumbuh 5,37%. Pendapatan per kapita mencapai Rp 51,98 juta per tahun, tumbuh 5,12%.
Kabupaten Padang Pariaman
Dengan persentase kemiskinan 6,27%, Kabupaten Padang Pariaman berada di peringkat 391 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin 26.760 jiwa, mengalami penurunan sebesar 0,63%. Jumlah penduduk mencapai 457.532 jiwa. Garis kemiskinan tercatat sebesar Rp 580.392 atau Rp 580,39 ribu per kapita per bulan, meningkat 5,88%. Pendapatan per kapita di wilayah ini sebesar Rp 58,38 juta per tahun, tumbuh 5,12%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Banggai Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Pasaman Barat
Kabupaten Pasaman Barat memiliki persentase kemiskinan 7%, menduduki peringkat 347 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 34.600 jiwa, dengan pertumbuhan 3,22%. Total penduduk tercatat 449.677 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah yang tertinggi di antara kabupaten pembanding, mencapai Rp 657.354 atau Rp 657,35 ribu per kapita per bulan, meningkat 10,25%. Pendapatan per kapita sebesar Rp 46,25 juta per tahun, tumbuh 6,52%.
Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung
Persentase kemiskinan di Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung adalah 5,78%, menempatkannya pada urutan ke-408 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 14.990 jiwa, sedikit turun 0,2%. Jumlah penduduk tercatat 245.936 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini sebesar Rp 565.067 atau Rp 565,06 ribu per kapita per bulan, naik 6,73%. Pendapatan per kapita sebesar Rp 50,6 juta per tahun, tumbuh 5,63%.
Kabupaten Solok Selatan
Kabupaten Solok Selatan mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 6,56%, menempatkannya di posisi 374 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 12.330 jiwa, dengan pertumbuhan 3,53%. Jumlah penduduk tercatat 181.869 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini sebesar Rp 551.340 atau Rp 551,34 ribu per kapita per bulan, meningkat 6,85%. Pendapatan per kapita sebesar Rp 38,9 juta per tahun, tumbuh 5,78%.
Kabupaten Agam
Dengan persentase kemiskinan 6,83%, Kabupaten Agam berada di urutan ke-362 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 34.820 jiwa, dengan pertumbuhan 4,22%. Jumlah penduduk adalah yang tertinggi di antara kabupaten pembanding, mencapai 532.178 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini sebesar Rp 558.963 atau Rp 558,96 ribu per kapita per bulan, meningkat 5,41%. Pendapatan per kapita mencapai Rp 50 juta per tahun, tumbuh 5,51%.