Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kota Jakarta Timur sebesar 4,09 persen pada 2024. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 2,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 121.520 jiwa dari total penduduk 3.254.977 jiwa.
Dibandingkan wilayah lain di Indonesia, Kota Jakarta Timur berada di peringkat 476 dalam hal persentase kemiskinan. Di Pulau Jawa, wilayah ini menempati peringkat 108. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 2.700 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Yogyakarta Periode 2004 - 2024)
Dalam rentang waktu 2004-2024, persentase kemiskinan tertinggi di Kota Jakarta Timur terjadi pada tahun 2022, yaitu sebesar 4,3 persen. Sementara, angka terendah tercatat pada tahun 2004, yakni 2,51 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2020 sebesar 33,33 persen dan terendah pada tahun 2008 turun 15,67 persen. Jika dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, kemiskinan di Jakarta Timur menunjukkan penurunan. Rata-rata lima tahun terakhir juga menunjukan hal yang sama.
Jika dibandingkan dengan wilayah lain di DKI Jakarta, persentase kemiskinan di Kota Jakarta Timur berdekatan dengan Kota Jakarta Barat (3,94 persen), Kota Jakarta Pusat (4,63 persen), Kota Jakarta Selatan (3,03 persen), Kota Jakarta Utara (6,44 persen), dan Kabupaten Kepulauan Seribu (13,03 persen).
Kota Jakarta Barat
Kota Jakarta Barat menempati peringkat 485 secara nasional dalam persentase kemiskinan, dengan 3,94 persen penduduknya berada di bawah garis kemiskinan. Jumlah ini setara dengan 106.480 jiwa dari total populasi 2.578.352 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini tercatat sebesar Rp685.071 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp253,22 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 2,75 persen.
(Baca: 8,48% Penduduk di Kabupaten Banyuasin Masuk Kategori Miskin)
Kota Jakarta Pusat
Dengan persentase kemiskinan 4,63 persen, Kota Jakarta Pusat menempati urutan 454 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 42.330 jiwa dari total 1.072.639 jiwa. Garis kemiskinan di Kota Jakarta Pusat mencapai Rp818.722 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakatnya cukup tinggi, mencapai Rp883,72 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin menurun 1,05 persen.
Kota Jakarta Selatan
Kota Jakarta Selatan memiliki persentase kemiskinan sebesar 3,03 persen, menempatkannya pada peringkat 505 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 70.600 jiwa dari total populasi 2.359.008 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp928.278 per kapita per bulan, tertinggi dibandingkan wilayah lain di DKI Jakarta. Pendapatan per kapita mencapai Rp381,19 juta per tahun. Jumlah penduduk miskin sedikit mengalami penurunan sebesar 1,81 persen.
Kota Jakarta Utara
Persentase kemiskinan di Kota Jakarta Utara mencapai 6,44 persen, menempatkannya pada urutan 385 secara nasional. Terdapat 120.510 jiwa penduduk miskin dari total 1.839.801 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini tercatat sebesar Rp712.835 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Jakarta Utara adalah Rp369,12 juta per tahun. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 4,34 persen.
Kabupaten Kepulauan Seribu
Kabupaten Kepulauan Seribu memiliki persentase kemiskinan tertinggi di DKI Jakarta, yaitu 13,03 persen dan berada di urutan 145 secara nasional. Namun, jumlah penduduk miskinnya relatif kecil, hanya 3.490 jiwa dari total populasi 30.414 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp775.909 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakatnya adalah Rp281,27 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin mengalami kenaikan tipis sebesar 0,58 persen.