Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kota Jakarta Timur tahun 2024 sebesar 4,09 persen, turun sedikit dari tahun sebelumnya (4,2 persen) dengan pertumbuhan -2,62 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 121.520 orang, turun sedikit dari 124.220 orang tahun lalu. Jumlah penduduk Kota Jakarta Timur tahun 2024 adalah 3.254.977 jiwa, turun sedikit dari tahun sebelumnya turun 1,67 persen.
(Baca: Volume Ekspor Mesin Kantor dan Pengolah Data Provinsi Kep. Riau Januari 2026)
Rata-rata persentase kemiskinan Kota Jakarta Timur selama 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 4,19 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 4,06 persen. Persentase kemiskinan terendah terjadi di tahun 2004 (2,51 persen) dan tertinggi di tahun 2022 (4,3 persen). Pertumbuhan kemiskinan tertinggi naik di tahun 2020 (33,33 persen) dan tertinggi turun di tahun 2011 (-10,26 persen). Rank seindonesia Kota Jakarta Timur di tahun 2024 adalah 476, sedikit meningkat dari tahun 2023 (479).
Dibandingkan kabkota lain di DKI Jakarta, persentase kemiskinan Kota Jakarta Timur (4,09 persen) lebih tinggi dari Kota Jakarta Barat (3,94 persen) dan Kota Jakarta Selatan (3,03 persen), tapi lebih rendah dari Kota Jakarta Pusat (4,63 persen), Kota Jakarta Utara (6,44 persen), dan Kabupaten Kepulauan Seribu (13,03 persen). Jumlah penduduk miskin Kota Jakarta Timur terbesar di DKI setelah Kota Jakarta Utara.
Kota Jakarta Barat
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di 485, sedikit lebih rendah dari Kota Jakarta Timur. Persentase kemiskinan sebesar 3,94 persen, turun sedikit dengan pertumbuhan -3,67 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 106.480 orang, dari total penduduk 2.578.352 jiwa. Garis kemiskinan berada di 685,07 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita sebesar 253,22 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk turun sedikit turun 1,44 persen, lebih kecil dari penurunan Kota Jakarta Timur.
Kota Jakarta Pusat
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Barito Timur Periode 2004 - 2024)
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di 454, lebih baik dari Kota Jakarta Timur. Persentase kemiskinan sebesar 4,63 persen, turun sedikit dengan pertumbuhan -1,05 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 42.330 orang, dari total penduduk 1.072.639 jiwa. Garis kemiskinan berada di 818,72 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita sebesar 883,72 juta rupiah per tahun yang tertinggi di DKI Jakarta. Pertumbuhan penduduk turun turun 3,32 persen, lebih besar dari penurunan Kota Jakarta Timur.
Kota Jakarta Selatan
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di 505, yang paling baik di DKI Jakarta karena persentase terendah sebesar 3,03 persen. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit turun 1,81 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 70.600 orang, dari total penduduk 2.359.008 jiwa. Garis kemiskinan berada di 928,28 ribu rupiah per kapita per bulan yang tertinggi di DKI Jakarta, sedangkan pendapatan per kapita sebesar 381,19 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk turun turun 2,05 persen, lebih besar dari penurunan Kota Jakarta Timur.
Kota Jakarta Utara
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di 385, lebih rendah dari Kota Jakarta Timur karena persentase lebih tinggi sebesar 6,44 persen. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit turun 4,34 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 120.510 orang, hampir sama dengan Kota Jakarta Timur, dari total penduduk 1.839.801 jiwa. Garis kemiskinan berada di 712,84 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita sebesar 369,12 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk turun turun 1,93 persen, lebih besar dari penurunan Kota Jakarta Timur.
Kabupaten Kepulauan Seribu
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di 145, yang paling rendah di DKI Jakarta karena persentase tertinggi sebesar 13,03 persen. Pertumbuhan kemiskinan naik sedikit sebesar 0,58 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 3.490 orang, dari total penduduk 30.414 jiwa yang paling sedikit di DKI Jakarta. Garis kemiskinan berada di 775,91 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita sebesar 281,27 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk naik sedikit sebesar 0,67 persen, berbeda dengan kabkota lain di DKI Jakarta yang turun.