Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Jakarta Timur tahun 2024 menunjukkan persentase penduduk miskin sebesar 4,09 persen, sedikit turun dari tahun sebelumnya yang sebesar 4,2 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 121.520 orang dari total penduduk 3.254.977 jiwa, dengan pertumbuhan kemiskinan turun sedikit sebesar 2,62 persen.
(Baca: Tingkat Pengangguran Terbuka Periode 2016-2023)
Dari data historis 2004-2024, persentase kemiskinan Kota Jakarta Timur tahun 2024 (4,09 persen) sedikit lebih rendah dibanding rata-rata 3 tahun terakhir (2021-2023) sebesar 4,26 persen, namun sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2019-2023) sebesar 3,99 persen. Persentase kemiskinan terendah terjadi di 2004 (2,51 persen) dan tertinggi di 2022 (4,3 persen).
Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi di 2020 sebesar 33,33 persen, sedangkan terendah di 2011 turun 10,26 persen. Rank seindonesia Kota Jakarta Timur tahun 2024 adalah 476, sedikit meningkat dari tahun 2023 yang berada di urutan 479, menunjukkan kondisi kemiskinan yang sedikit lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
Kota Jakarta Barat
Dengan rank seindonesia 485, kondisi kemiskinan di wilayah ini sedikit lebih buruk dibanding Kota Jakarta Timur. Persentase penduduk miskin sebesar 3,94 persen, dengan jumlah 106.480 orang dari total penduduk 2.578.352 jiwa. Garis kemiskinan mencapai Rp685,07 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita sebesar Rp253,22 juta per tahun. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit sebesar 3,67 persen, penurunan yang lebih besar dibanding Kota Jakarta Timur.
Kota Jakarta Pusat
Berada di rank seindonesia 454, wilayah ini memiliki kondisi kemiskinan yang sedikit lebih baik dibanding Kota Jakarta Timur. Persentase penduduk miskin sebesar 4,63 persen, dengan jumlah 42.330 orang dari total penduduk 1.072.639 jiwa. Garis kemiskinan sebesar Rp818,72 ribu per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita mencapai Rp883,72 juta per tahun yang menjadi tertinggi di provinsi DKI Jakarta. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit sebesar 1,05 persen, penurunan yang lebih kecil dibanding Kota Jakarta Timur.
(Baca: Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Periode 2013-2025)
Kota Jakarta Selatan
Dengan rank seindonesia 505, wilayah ini berada di urutan terendah nasional dalam persentase kemiskinan, jauh lebih baik dibanding Kota Jakarta Timur. Persentase penduduk miskin sebesar 3,03 persen, dengan jumlah 70.600 orang dari total penduduk 2.359.008 jiwa. Garis kemiskinan sebesar Rp928,28 ribu per kapita per bulan (tertinggi di DKI), dan pendapatan per kapita sebesar Rp381,19 juta per tahun. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit sebesar 1,81 persen, penurunan yang lebih besar dibanding Kota Jakarta Timur.
Kota Jakarta Utara
Berada di rank seindonesia 385, wilayah ini memiliki kondisi kemiskinan yang sedikit lebih baik dibanding Kota Jakarta Timur. Persentase penduduk miskin sebesar 6,44 persen yang menjadi tertinggi di provinsi DKI Jakarta, dengan jumlah 120.510 orang dari total penduduk 1.839.801 jiwa. Garis kemiskinan sebesar Rp712,84 ribu per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar Rp369,12 juta per tahun. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit sebesar 4,34 persen, penurunan yang paling besar di antara wilayah DKI Jakarta.
Kabupaten Kepulauan Seribu
Dengan rank seindonesia 145, wilayah ini memiliki kondisi kemiskinan yang jauh lebih baik dibanding Kota Jakarta Timur. Persentase penduduk miskin sebesar 13,03 persen yang menjadi tertinggi di provinsi DKI Jakarta, dengan jumlah 3.490 orang dari total penduduk 30.414 jiwa. Garis kemiskinan sebesar Rp775,91 ribu per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar Rp281,27 juta per tahun. Pertumbuhan kemiskinan naik sedikit sebesar 0,58 persen, satu-satunya wilayah di DKI Jakarta yang mengalami kenaikan kemiskinan tahun ini.