Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kota Yogyakarta sebesar 6,26% pada 2024, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6,49%. Jumlah penduduk miskin tercatat 28.790 jiwa dari total 415.021 penduduk.
Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 690 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan menunjukkan angka negatif yaitu -3,54%. Secara peringkat nasional, Kota Yogyakarta berada di urutan ke-393 untuk persentase kemiskinan.
(Baca: 8,48% Penduduk di Kabupaten Banyuasin Masuk Kategori Miskin)
Dalam rentang waktu 2004-2024, persentase kemiskinan tertinggi di Kota Yogyakarta terjadi pada 2004, yaitu 12,77%. Angka terendah terjadi pada tahun 2024, yaitu 6,26%. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2005 yaitu -17.78%, sedangkan pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2020 yaitu 6.29%. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024), persentase kemiskinan saat ini lebih rendah. Dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024), persentase kemiskinan saat ini juga lebih rendah.
Dibandingkan kabupaten lain di DI Yogyakarta, Kota Yogyakarta memiliki persentase kemiskinan yang lebih rendah dari Kabupaten Bantul (11,66%) dan Kabupaten Gunung Kidul (15,18%), tetapi lebih tinggi dari Kabupaten Sleman (7,46%).
Kabupaten Bantul
Kabupaten Bantul mencatatkan persentase kemiskinan 11,66% dan berada pada urutan ke-186 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Bantul mencapai 126.930 jiwa, lebih tinggi dari Kota Yogyakarta, dari total penduduk 976.573 jiwa. Garis kemiskinan di Bantul tercatat sebesar Rp 510.740,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 35,84 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan menunjukkan penurunan -2,51%. Jumlah penduduk miskin sedikit menyusut -1,23%.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Kuantan Singingi Menurut Sektor pada 2024)
Kabupaten Gunung Kidul
Dengan persentase kemiskinan 15,18%, Kabupaten Gunung Kidul menempati urutan ke-97 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 120.410 jiwa dari total populasi 776.584 jiwa. Garis kemiskinan di Gunung Kidul berada di angka Rp 401.209,00 per kapita per bulan, lebih rendah dari Kota Yogyakarta. Pendapatan per kapita masyarakat Gunung Kidul tercatat sebesar Rp 35,50 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan menunjukkan penurunan -2,69%. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin dengan angka -1,5%.
Kabupaten Sleman
Kabupaten Sleman memiliki persentase kemiskinan 7,46%, menempatkannya pada urutan ke-328 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Sleman mencapai 97.940 jiwa dari total 1.118.353 penduduk. Garis kemiskinan di Sleman adalah Rp 513.926,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Sleman tercatat yang tertinggi di antara kabupaten lain yaitu Rp 54,50 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan mengalami penurunan -0,8%. Anomali terjadi pada jumlah penduduk miskin yang mengalami peningkatan 0,45%.