Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Kuantan Singingi, pada 2024 mencapai Rp52 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 3,12% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp47,65 juta .
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
(Baca: Jumlah Pekerja di Sektor C Industri Pengolahan di Sulawesi Selatan | 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 360,58 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp148,88 juta/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 44.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Kuantan Singingi merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2024 lalu dengan nilai mencapai Rp27,25 jutajuta. PDRB ini tumbuh 1,8% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp24,36 jutajuta.
Setelahnya sektor industri pengolahan tumbuh 2,19% menjadi Rp13,52 jutajuta, PDRB sektor konstruksi yang kali ini tumbuh 8,4% menjadi Rp4,26 jutajuta.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Indragiri Hilir 2016-2025)
Terakhir, PDRB di Kabupaten Kuantan Singingi, untuk urutan lima besar adalah perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan nilai Rp2 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 8,67% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp1,79 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Kuantan Singingi pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Kuantan Singingi ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 48,05%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor industri pengolahan, sektor konstruksi, sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Jasa Perusahaan.