Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja di sektor industri pengolahan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan pada tahun 2024 sebanyak 4.453 pekerja. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5.845 pekerja. Meskipun demikian, jumlah ini masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata tiga tahun sebelumnya (2021-2023) yang sebesar 3.276 pekerja. Jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) yang sebesar 2.719 pekerja, jumlah pekerja tahun 2024 masih menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Secara historis, pertumbuhan tertinggi jumlah pekerja di sektor ini terjadi pada tahun 2023 dengan peningkatan sebesar 239,43% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, penurunan terbesar terjadi pada tahun 2024 dengan penurunan sebesar 23,82%. Tahun 2023 menjadi anomali karena terjadi lonjakan yang sangat tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kabupaten Banyumas pada 2024)
Ranking Kabupaten Bantaeng di tingkat pulau Sulawesi untuk jumlah pekerja industri pengolahan pada tahun 2024 adalah peringkat ke-25. Peringkat ini lebih baik dibandingkan tahun 2022 yang berada di peringkat ke-45. Secara nasional, Kabupaten Bantaeng berada di peringkat ke-243.
Berdasarkan data perbandingan, beberapa kabupaten/kota di pulau lain menunjukkan performa yang berbeda. Misalnya, Kabupaten Kota Baru di Kalimantan memiliki pertumbuhan -31.35%, menduduki ranking ke-240 se-Indonesia. Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengalami pertumbuhan tinggi 83.83%, menduduki ranking ke-241 secara nasional. Sementara itu, Kota Kupang di Nusa Tenggara dan Bali mengalami pertumbuhan 63%, dengan menduduki ranking ke-246.
Secara keseluruhan, jumlah pekerja di sektor industri pengolahan di Kabupaten Bantaeng mengalami fluktuasi selama beberapa tahun terakhir. Peningkatan signifikan terjadi pada tahun 2023, namun kemudian diikuti penurunan pada tahun 2024. Meskipun demikian, jumlah pekerja pada tahun 2024 masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata beberapa tahun sebelumnya, menunjukkan potensi pertumbuhan sektor ini di masa depan.
Kabupaten Kota Baru
Kabupaten Kota Baru, Kalimantan, dengan 4.571 pekerja, menempati urutan ke-240 secara nasional. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 31,35% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara regional di pulau Kalimantan, kabupaten ini menduduki posisi ke-20.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kota Jakarta Selatan | 2024)
Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Dengan jumlah pekerja mencapai 4.559 orang, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan, mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 83,83%. Peringkatnya secara nasional adalah 241. Peningkatan ini menempatkan kabupaten tersebut di posisi ke-21 di pulau Kalimantan.
Kabupaten Kota Waringin Timur
Kabupaten Kota Waringin Timur, Kalimantan, berada di peringkat ke-22 di pulau Kalimantan. Dengan nilai 4.485, kabupaten ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 25,14%. Di tingkat nasional, kabupaten ini menduduki peringkat ke-242.
Kabupaten Parigi Moutong
Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi, memiliki 4.451 pekerja dan menempati peringkat ke-26 di pulau Sulawesi. Secara nasional, kabupaten ini berada di urutan ke-244. Penurunan sebesar 36,64% menunjukkan tantangan yang dihadapi sektor ini di wilayah tersebut.
Kabupaten Kuantan Singingi
Kabupaten Kuantan Singingi, Sumatera, dengan 4.397 pekerja, menempati urutan ke-63 di pulau Sumatera. Pertumbuhan yang signifikan sebesar 54,77% menempatkan kabupaten ini di peringkat ke-245 secara nasional. Perkembangan ini menunjukkan potensi sektor industri pengolahan di wilayah tersebut.
Kota Kupang
Kota Kupang, Nusa Tenggara dan Bali, memiliki jumlah pekerja sebanyak 4.370 orang, menempati urutan ke-14 di wilayahnya. Pertumbuhan yang cukup besar, yaitu 63%, membawa kota ini ke peringkat 246 secara nasional. Hal ini menandakan perkembangan positif di sektor industri pengolahan di Kota Kupang.