Emiten jasa telekomunikasi milik Axiata Investment, yaitu PT Link Net Tbk (LINK), membukukan pendapatan Rp3,08 triliun pada 2025, meningkat 22% dibanding tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Sebagian besar pendapatan tersebut berasal dari bisnis sewa jaringan yang melonjak 213% (yoy) menjadi Rp1,13 triliun.
Kemudian pendapatan dari TV kabel melesat 246% (yoy) menjadi Rp959,22 miliar; internet broadband turun 4% (yoy) menjadi Rp795,39 miliar; dan pendapatan lain-lain tumbuh 59% (yoy) menjadi Rp192,91 miliar.
Namun, beban jaringan, beban amortisasi, dan beban lainnya meningkat. LINK juga kehilangan laba dari segmen bisnis residensial yang operasinya dihentikan, sehingga mereka membukukan rugi yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp1,45 triliun pada 2025.
Kerugian tersebut melonjak 22% (yoy) dibanding kerugian tahun 2024 yang nilainya Rp1,19 triliun.
Pada akhir 2025, LINK memiliki aset senilai Rp13,24 triliun, menyusut 4,9% (yoy). Sekitar 73% dari aset ini merupakan liabilitas atau utang.
(Baca: Apple Memimpin Pangsa Pendapatan Smartphone Global Kuartal IV 2025)