- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan jumlah Sekolah SMA di Kalimantan Barat menunjukkan tren peningkatan selama 7 tahun terakhir. Pada 2018, jumlah SMA di provinsi ini adalah 434 unit, dan terus bertambah hingga mencapai 483 unit pada 2024. Dibandingkan tahun 2023 (472 unit), terjadi penambahan 11 unit SMA. Secara nasional, urutan jumlah SMA Kalimantan Barat naik dari peringkat 13 pada 2018-2019 menjadi peringkat 12 pada 2021-2024, menunjukkan peningkatan performa dibanding provinsi lain.
(Baca: Harga Cabai Rawit Hijau di Kalimantan Timur Termahal Se-Indonesia (Selasa, 10 Februari 2026))
BPS juga mengungkapkan, dari total 483 unit SMA pada 2024, sebanyak 292 unit adalah SMA Negeri dan 191 unit adalah SMA Swasta. SMA Negeri menyumbang sekitar 60,5% dari total SMA di Kalimantan Barat, sementara SMA Swasta menyumbang 39,5%. Dibanding tahun 2023, jumlah SMA Negeri naik 2,5% (dari 285 unit) dan SMA Swasta naik 2,1% (dari 187 unit), menunjukkan kedua jenis sekolah mengalami pertumbuhan.
Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk usia sekolah SMA (16-18 tahun), BPS data menunjukkan pada 2023 populasi ini sebesar 260.759 jiwa, dengan urutan nasional tetap di peringkat 15 (kecuali 2018 yang berada di peringkat 14). Selama periode 2018-2023, populasi usia ini relatif stabil (berkisar 265.500 jiwa pada 2018 hingga 260.759 jiwa pada 2023). Peningkatan jumlah SMA sejalan dengan upaya memenuhi akses pendidikan untuk kelompok usia ini, meskipun data populasi 2024 belum tersedia.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Maluku 2018 - 2024)
Dari data pendukung BPS, jumlah guru SMA di Kalimantan Barat pada 2024 mencapai 8.996 orang, naik 4,6% dibanding tahun 2023 (8.601 orang). Jumlah kepala sekolah dan guru SMA Negeri mencapai 7.119 orang (pertumbuhan 8%) sedangkan SMA Swasta mengalami penurunan 6,7% menjadi 1.877 orang. Angka Partisipasi Murni (APM) SMA juga meningkat menjadi 57% pada 2024, naik 4,4% dari 54% tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan akses dan partisipasi siswa dalam pendidikan SMA.