Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Morowali pada tahun 2024 sebesar 11,55 persen. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 14.990 jiwa dari total 190.449 jiwa penduduk.
Secara historis, perkembangan kemiskinan di Morowali menunjukkan fluktuasi. Penurunan signifikan terlihat dalam setahun terakhir dengan pertumbuhan -6,17 persen. Dibandingkan dengan rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) sebesar 12,15 persen, kondisi saat ini lebih baik. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 12,72 persen, penurunan ini semakin signifikan. Tingkat kemiskinan terendah tercatat pada tahun 2024, sedangkan tertinggi pada tahun 2006 yaitu 30,14 persen. Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2024, dan tertinggi pada tahun 2006.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Nagan Raya Periode 2004 - 2024)
Secara nasional, Kabupaten Morowali berada pada peringkat ke-190 dalam persentase kemiskinan. Peringkat ini meningkat dari tahun sebelumnya (179). Pada periode 2004-2012, Morowali berada di peringkat 104-129. Sempat bergeser ke peringkat 153 pada tahun 2013 dan 2014, kemudian naik turun hingga mencapai peringkat saat ini.
Di Sulawesi Tengah, Kabupaten Morowali memiliki persentase kemiskinan yang berdekatan dengan beberapa kabupaten/kota lain. Berikut perbandingan beberapa indikator dengan daerah tersebut.
Kota Palu
Dengan persentase kemiskinan 5,94 persen, menduduki peringkat 403 secara nasional, Kota Palu memiliki jumlah penduduk miskin 24.570 jiwa dari total penduduk 389.959 jiwa. Pertumbuhan penduduknya mencapai 2,08 persen. Garis kemiskinan di Kota Palu adalah Rp 658.112,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 83,87 juta per tahun, dengan pertumbuhan sebesar 5,56 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Banjar | 2004 - 2024)
Kabupaten Morowali Utara
Kabupaten ini mencatatkan persentase kemiskinan 11,95 persen, menduduki peringkat 171 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 16.740 jiwa dari total penduduk 150.634 jiwa, dengan pertumbuhan penduduk 3,4 persen. Garis kemiskinan di Morowali Utara adalah Rp 594.137,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 236,45 juta per tahun, dengan pertumbuhan tertinggi di antara kabupaten lain yaitu 12,75 persen.
Kabupaten Sigi
Dengan persentase kemiskinan 12,06 persen, Kabupaten Sigi berada di peringkat 166 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 29.800 jiwa dari total 270.189 jiwa penduduk, dengan pertumbuhan 2,09 persen. Garis kemiskinan di Kabupaten Sigi adalah Rp 463.011,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 46,53 juta per tahun, dengan pertumbuhan 9,11 persen.
Kabupaten Banggai Kepulauan
Kabupaten ini memiliki persentase kemiskinan 12,32 persen, menduduki peringkat 156 secara nasional. Jumlah penduduk miskin 14.860 jiwa dari total 129.171 jiwa, dengan pertumbuhan penduduk 2,48 persen. Garis kemiskinan di Banggai Kepulauan adalah Rp 453.552,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 43,17 juta per tahun, dengan pertumbuhan 8,08 persen.
Kabupaten Banggai
Persentase kemiskinan di Kabupaten Banggai adalah 6,56 persen, menempatkannya pada peringkat 374 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 26.210 jiwa dari total penduduk 374.896 jiwa. Pertumbuhan penduduknya relatif kecil, hanya 0,78 persen. Garis kemiskinan di Kabupaten Banggai adalah Rp 515.334,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 107,88 juta per tahun, dengan pertumbuhan 5,93 persen.