- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat jumlah sekolah SMA di wilayah ini pada tahun 2024 mencapai 292 unit. Berdasarkan data historis selama 7 tahun terakhir, angka ini terus menunjukkan pertumbuhan stabil setelah stagnan pada 282 unit di periode 2019 hingga 2021. Dibandingkan tahun 2023 yang tercatat 288 unit, terjadi penambahan sebanyak 4 unit sekolah SMA pada tahun 2024. Selama periode pengamatan, posisi Maluku pada urutan nasional jumlah sekolah SMA secara konsisten berada di peringkat 17 secara berturut-turut.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur di Kota Pematang Siantar | 2024)
Dari total 292 unit sekolah SMA tahun 2024, terbagi menjadi 216 unit SMA Negeri dan 76 unit SMA Swasta. SMA Negeri mendominasi dengan persentase 73,97% dari total seluruh sekolah, sedangkan SMA Swasta menyumbang 26,03%. Tercatat terjadi kenaikan 0,5% untuk jumlah SMA Negeri dan kenaikan lebih tinggi sebesar 4,1% untuk SMA Swasta dibandingkan tahun 2023.
Berkaitan dengan ketersediaan daya tampung, jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun di Maluku pada tahun 2023 tercatat sebanyak 104.600 jiwa. Angka ini relatif stabil dengan fluktuasi kurang dari 2% sejak tahun 2020. Secara nasional, Maluku secara konsisten berada di urutan 26 hingga 27 untuk indikator jumlah penduduk usia SMA, menunjukkan beban layanan pendidikan menengah atas di wilayah ini relatif lebih kecil dibandingkan mayoritas provinsi lain di Indonesia.
(Baca: Data 2025: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Kep. Siau Tagulandang Biaro Rp.49,78 Juta)
Untuk tenaga pendidik, BPS juga mencatat total guru SMA di Maluku tahun 2024 berjumlah 6.643 orang, terjadi penurunan sebesar 1,2% dibandingkan tahun 2023 yang memiliki 6.721 guru. Penurunan ini utamanya terjadi pada jajaran tenaga pendidik SMA Swasta yang anjlok 10,2%, sedangkan jumlah guru dan kepala sekolah SMA Negeri justru mengalami kenaikan 0,9% pada periode yang sama.
Catatan ini juga menunjukkan ketimpangan pertumbuhan antara sekolah negeri dan swasta di Maluku. Meskipun jumlah sekolah swasta tumbuh paling tinggi dalam setahun terakhir, justru terjadi penyusutan jumlah siswa dan tenaga pendidik pada jalur swasta. Data ini dapat menjadi acuan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pemerataan layanan pendidikan menengah atas di seluruh wilayah kepulauan Maluku.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.864 | +0.19 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |