- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah sekolah SMA di Provinsi Maluku pada tahun 2024 mencapai 292 unit. Berdasarkan data historis 7 tahun terakhir, angka ini mengalami penambahan secara konsisten sejak 2021, setelah sempat stagnan di angka 282 unit selama 3 tahun berturut-turut pada periode 2019-2021. Dibandingkan tahun 2023, terjadi penambahan sebanyak 4 unit sekolah SMA di wilayah ini. Secara nasional, posisi jumlah sekolah SMA Maluku tetap konsisten berada di urutan ke-17 selama seluruh periode pengamatan.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Lampung Barat 2,11%)
Dari total 292 unit sekolah SMA di tahun 2024, sebanyak 216 unit merupakan sekolah negeri dan 76 unit merupakan sekolah swasta. Sekolah negeri mendominasi sebesar 74% dari total seluruh sekolah SMA di Maluku, sedangkan sekolah swasta menyumbang 26% sisanya. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah sekolah negeri naik 0,5% atau bertambah 1 unit, sementara jumlah sekolah swasta tumbuh lebih tinggi sebesar 4,1% atau bertambah 3 unit.
Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun di Maluku pada tahun 2023 tercatat 104.600 jiwa. Angka ini relatif stabil berfluktuasi di rentang 103.895 hingga 105.500 jiwa selama 4 tahun terakhir. Secara nasional, posisi Maluku untuk indikator jumlah penduduk usia SMA ini secara konsisten berada di urutan 26 hingga 27 dari seluruh provinsi di Indonesia.
(Baca: Nilai Minimal Tes Terstandar Masuk ke SMA3 Kota Depok | 2025)
Untuk tenaga pendidik, BPS mencatat total guru SMA di Maluku pada tahun 2024 berjumlah 6.643 orang, mengalami penurunan sebesar 1,2% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 6.721 orang. Sementara itu jumlah kepala sekolah dan guru pada SMA negeri justru mengalami kenaikan 0,9% menjadi 5.533 orang, sebaliknya tenaga pendidik di SMA swasta turun cukup dalam sebesar 10,2% menjadi hanya 1.110 orang pada tahun 2024.
Meskipun jumlah sekolah SMA di Maluku terus bertambah setiap tahun, penurunan jumlah tenaga pendidik terutama di sekolah swasta serta angka partisipasi murni SMA yang turun 4,8% pada tahun 2025 menjadi catatan evaluasi penting. Dinamika ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah untuk menjamin ketersediaan dan kualitas layanan pendidikan tingkat menengah atas secara merata di seluruh wilayah Maluku.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18 | +0.59 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |