Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara semester tahun 2025 sebesar 4,56 persen. Angka ini naik sedikit 0,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total penduduk miskin sebanyak 1590 jiwa atau bertambah 90 jiwa dari periode 2024.
Sepanjang periode 2009 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada 2009 sebesar 15,42 persen dan titik terendah pada 2022 sebesar 4,45 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah tercatat pada 2015 yaitu minus 33,16 persen, sedangkan pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2011 yaitu minus 17,85 persen.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kabupaten Padang Lawas pada 2025)
Untuk ranking se-Indonesia, Kabupaten Tana Tidung menempati urutan 447 dari total 514 kabupaten kota pada tahun 2025. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 4,55 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 4,65 persen. Posisi ranking wilayah ini bergeser 15 posisi membaik dibandingkan tahun 2022.
Kabupaten Malinau
Berada di urutan 405 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 5,56 persen dan mengalami turun 19,88 persen dibanding tahun sebelumnya. Garis kemiskinan disini tercatat 821,19 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 215,36 juta rupiah per tahun. Total penduduk miskin tercatat 5240 jiwa.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kerinci | 2004 - 2025)
Kabupaten Nunukan
Urutan 414 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 5,27 persen dengan penurunan sebesar 8,03 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan berada pada angka 621,29 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 199,72 juta rupiah per tahun. Total penduduk miskin mencapai 11.810 jiwa.
Kota Tarakan
Menempati urutan 424 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 5,03 persen dan mengalami penurunan 9,53 persen dibanding tahun sebelumnya. Garis kemiskinan disini tercatat 889,48 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 233,10 juta rupiah per tahun. Total penduduk miskin tercatat 14.010 jiwa.