Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Semarang tahun 2025 sebesar 6,30 persen. Angka ini turun sebesar 0,66 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 6,96 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 9,48 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 70.290 jiwa, berkurang sebanyak 6.580 jiwa dari catatan tahun 2024.
(Baca: 4,5% Penduduk di Kota Pangkal Pinang Masuk Kategori Miskin)
Data historis sepanjang 2004 hingga 2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi Kabupaten Semarang terjadi pada tahun 2004 sebesar 13,68 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Sepanjang periode tersebut, pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi tahun 2006 sebesar 3,5 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat tahun 2025 ini.
Berdasarkan ranking nasional, persentase kemiskinan Kabupaten Semarang tahun 2025 berada di urutan 361 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Posisi ini bergeser 12 tingkat ke bawah dibandingkan posisi tahun 2024 yang berada di urutan 349. Dalam skala Pulau Jawa, wilayah ini berada di urutan 83.
Kabupaten Jepara
Berada di urutan 397 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka kemiskinan sebesar 5,79 persen dengan penurunan sebesar 4,93 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 77.670 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini ditetapkan sebesar 535,15 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 34,92 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kudus
Urutan 348 secara nasional menjadi posisi persentase kemiskinan wilayah ini dengan angka tercatat 6,59 persen. Penurunan angka kemiskinan mencapai 8,85 persen pada periode terakhir. Tercatat 60.370 jiwa penduduk hidup di bawah garis kemiskinan, dengan garis kemiskinan sebesar 576,20 ribu rupiah per kapita per bulan dan pendapatan per kapita mencapai 148,38 juta rupiah per tahun.
(Baca: Statistik Penduduk Beragama Konghucu di Kalimantan Barat 2015-2024)
Kota Pekalongan
Persentase kemiskinan tercatat 6,14 persen dan menempati urutan 372 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan penurunan angka kemiskinan sebesar 8,49 persen pada tahun terakhir. Hanya 19.490 jiwa penduduk tercatat miskin, dengan garis kemiskinan sebesar 639,40 ribu rupiah per kapita per bulan serta pendapatan per kapita sebesar 48,99 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sukoharjo
Menempati urutan 334 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka kemiskinan 6,83 persen dengan penurunan sebesar 8,57 persen. Terdapat 62.660 jiwa penduduk miskin di wilayah ini. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 536,78 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 56,28 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tegal
Berada di urutan 370 secara nasional, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat 6,16 persen dengan penurunan terbesar sebesar 9,54 persen dari seluruh wilayah perbandingan. Jumlah penduduk miskin mencapai 88.700 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 516,93 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 30,35 juta rupiah per tahun.
Kota Tegal
Persentase kemiskinan tercatat 7,28 persen dan menempati urutan 312 secara nasional. Penurunan angka kemiskinan hanya sebesar 4,71 persen pada periode terakhir. Terdapat 18.270 jiwa penduduk miskin, dengan garis kemiskinan tertinggi di seluruh wilayah perbandingan sebesar 702,11 ribu rupiah per kapita per bulan serta pendapatan per kapita 77,03 juta rupiah per tahun.